Breaking News:

5 Provinsi Rawan Penyebaran Ideologi Radikal, Eks Napiter dan Keluarga Jadi Sasaran Deradikalisasi

Berikut ini lima provinsi yang menjadi sasaran program deradikalisasi dari pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Rencana aksi sinergitas 46 Kementerian dan Lembaga untuk Program Penanggulangan Terorisme Tahun 2022 ditandatangani di Jakarta, Jumat (8/4/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini lima provinsi yang menjadi sasaran program deradikalisasi dari pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Seperti dilansir dari Wartakota.Tribunnews.com, lima provinsi tersebut yaitu Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Baca juga: Heboh Vonis Munarman, Diputus 3 Tahun Penjara Terkait Kasus Terorisme, Sudah Adilkah?

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan salah satu sasaran rencana aksi adalah mantan narapidana kasus terorisme jaringan kelompok radikal dan keluarganya.

“Program meliputi pembangunan fisik dan non fisik untuk deradikalisasi,” jelas Boy Rafli.

Menurut dia, radikal terorisme diawali munculnya sikap intoleransi.

Untuk itu, kata dia, serangkaian program fisik dan non fisik dirancang agar muncul sikap toleran.

"Diharapkan mantan kelompok radikal kembali cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Selain itu, 46 Kementerian dan Lembaga Negara menggulirkan rencana aksi sinergitas.

Ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya paham radikal terorisme di Indonesia.

Sinergi 46 Kementerian dan Lembaga menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam upaya penanggulangan terorisme.

Baca juga: 5 Teroris Jaringan NII di Tangsel Ditangkap Densus 88, Tersangka Terlibat Teror di Bali dan Jakarta

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved