Sopir Angkot Jurusan Serang-Cilegon Demo: Stop Mobil Siluman dan Plat Nomor Palsu
Sejumlah sopir angkutan umum Serang-Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Terminal Kepandean, Kota Serang, Kamis (14/4/2022).
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sejumlah sopir angkutan umum Serang-Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Terminal Kepandean, Kota Serang, Kamis (14/4/2022).
Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com saat berada di Jalan Raya Serang-Cilegon sekitar pukul 11.00 WIB.
Tampak puluhan sopir angkot sedang menggelar aksi unjuk rasa.
Dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'stop mobil siluman di wilayah Serang dan plat nomor palsu'.
Baca juga: BREAKING NEWS Angkot Tabrak Truk di KM 64 Tol Tangerang-Merak, Belasan Orang Terluka
Koordinator Sopir Angkot Serang-Cilegon, Edi Purnama mengatakan aksi yang mereka lakukan yaitu meminta agar petugas Dishub Kota Serang dan pihak kepolisian.
Untuk menindak para angkutan umum yang diduga bodong.
"Kami minta petugas untuk menindak para angkot yang dari Jakarta yang beroperasi di sini," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurutnya sejumlah mobil angkot asal Jakarta merupakan angkot siluman.
Hal itu lantaran sejumlah angkot yang berasal dari Jakarta menggunakan plat nomor palsu.
Kemudian mengecat kendaraan seperti layaknya kendaraan yang berada di Kota Serang.
Serta beroperasi di wilayah Kota Serang hingga Kota Cilegon.
Menurutnya, sejak adanya mobil angkot dari Jakarta, para pengemudi mengalami penurunan dalam segi penghasilan.
"Sebelum ada mobil itu, penghasilan kita sekitar Rp 100 ribu lebih, tapi pas adanya mobil itu penghasilan kita paling Rp 30 ribu sehari," katanya.
Dikatakannya bahwa mobil angkot asal Jakarta tersebut telah beroperasi di Kota Serang hampir satu tahun.
Menurutnya untuk di wilahah Kota Serang saat ini, kendaraan yang disinyalir bodong itu ada sekitar 40-50 kendaraan.
Sehingga hal itu membuat para sopir lainnya merasa mengeluh dengan keberadaan angot tersebut.
"Sudah mah BBM naik, penumpang ngga ada, sejak adanya mobil itu penghasilan kita berkurang," tukasnya.
Baca juga: Nama-nama Korban Terluka Angkot yang Terbalik saat Sopir Menghindari Truk di Tol Tangerang-Merak
Ia berharap agar petugas kepolisian menindak tegas para kendaraan yang diduga menggunakan plat nomor bodong.
Mereka ingin bahwa para angkutan umum yang beroperasi di area Serang-Cilegon harus tertib aturan.
"Kalo bisa yang tadinya ngga ada, yah harus ngga ada di sini," kata nya.
"Kecuali yang ada identitasnya, kemudian punya izin trayek dan kendaraannya asli bayar pajak silahkan saja," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/demo-sopir-angkot-jurusan-serang-cilegon.jpg)