Breaking News:

Cemburu Berat, Kepala Satpol PP Makassar Habisi Nyawa Pegawai Dishub, Kini Terancam Hukuman Mati

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang diotaki Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, Sulawesi Selatan.

TribunTimur.com
Kolase foto korban penembakan, NS (kiri) dan Kasatpol PP Makassar, IA (kanan) 

TRIBUNBANTEN.COM - Gegara cemburu buta, Kepala Satpol PP Makassar, Sulawesi Selatan berinisial IA nekat melakukan pembunuhan.

Melansir Tribun Tangerang, korbannya ialah NS, seorang pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Kasus ini bermula dari jasad korban yang ditemukkan tergeletak di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kota Makassar, Minggu (3/4/2022) siang.

Baca juga: Update Kasus Pembunuhan Istri & Anak di Kragilan, Saksi Dimintai Keterangan, termasuk Korban Selamat

Warga dan pihak keluarga pun berspekulasi bahwa korban menjadi korban kecelakaan.

Namun, tak lama kemudian keluarga menemukan luka berbentuk bulat di tubuh almarhum.

Dari hasil autopsi akhirnya terungkap jika ada luka tembak pada tubuh korban.

Penyelidikan yang dilakukan polisi menunjukkan, korban dihabisi oleh sekelompok orang.

Kolase foto korban penembakan, NS (kiri) dan Kasatpol PP Makassar, IA (kanan)
Kolase foto korban penembakan, NS (kiri) dan Kasatpol PP Makassar, IA (kanan) (TribunTimur.com)

Baca juga: Munarman Bersuara di Persidangan, Sebut Kasusnya Direkayasa Tuk Tutupi Kasus Pembunuhan 6 Laskar FPI

Mereka terdiri atas pemantau orang yang mengawasi target dan penembak atau eksekutor.

"Ada otak pelaku, ada yang merencanakan sampai dengan eksekutor."

"OItak pelaku adalah pejabat Kota Makassar (IA)," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Budhi Haryanto.

Budhi Haryanto mengatakan, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi cinta segitiga.

Sudah lama pelaku merasa ada perselisihan antara dirinya dan korban. Bahkan ia pernah mengancam korban.

Baca juga: Terbakar Api Cemburu, Suami Nekat Aniaya Istri hingga Babak Belur, Korban Ngaku Janda ke Pria Lain

Juni Sewang, kakak korban mengatakan, ancaman itu dilontarakan pelaku sekitar tahun 2019.

Saat itu, pelaku menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar dan korban sebagai staf dishub.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved