Breaking News:

Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H Dibolehkan, Airlangga Hartarto: Jangan Makan dan Minum

Kegiatan Halal Bihalal yang rutin dilakukan pada momen Hari Raya Idul Fitri dapat dilakukan pada tahun ini.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Airlangga Hartarto saat beraudiensi dengan para milenial pelaku industri kreatif, Selasa (9/3/2021) di kantornya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kegiatan Halal Bihalal yang rutin dilakukan pada momen Hari Raya Idul Fitri dapat dilakukan pada tahun ini.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menyebut pelaksanaan kegiatan halal bihalal dapat dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Terutama untuk kegiatan halal bihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan dan dihimbau untuk tidak ada makan minum dan makan minum pun harus sesuai dengan jarak dan tempat," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Senin (18/4).

Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri, Seluruh Perbankan Siapkan Stok Uang Tunai hingga Rp 151,06 Triliun

Demikian juga kegiatan di tempat hiburan ataupun di tempat keramaian juga dapat dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dan menyesuaikan dengan kapasitas.

Detail aturan mengenai kegiatan masyarakat tersebut akan diatur dalam instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Dengan libur panjang, pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri. Hal ini berdasarkan situasi penyebaran kasus Covid-19 di negara lain tidak sama dengan di Indonesia. Maka masih ada potensi penularan dari luar negeri.

"Sehingga dengan demikian ini tentu menjadi peringatan kepada kita semua, kalau pandemi Covid belum berakhir, oleh karena itu kita tetap harus waspada," ujarnya.

Sebagai informasi, beberapa negara termasuk di Shanghai, China saat ini terjadi kenaikan kasus Covid-19. Kenaikan kasus Covid-19 di negara lain diharapkan tak terjadi juga di Indonesia dengan adanya kasus impor.

Oleh karenanya masyarakat diharapkan tak memanfaatkan libur panjang nantinya untuk bepergian ke luar negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, meski saat ini situasi pandemi di Indonesia relatif terkendali, namun masih banyak ketidakpastian dari virus Covid-19.

Hal ini terbukti dengan adanya kenaikan kasus di beberapa negara seperti China, dan Korea Selatan. Di Korea Selatan sendiri, Budi menjelaskan saat ini kasus hariannya masih di angka ratusan ribu.

Budi juga menegaskan Indonesia tak perlu buru-buru mengikuti negara-negara lain yang terlampau agresif dalam pelonggaran protokol kesehatan.

Hal tersebut untuk menghindari adanya kenaikan kasus kembali.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved