Breaking News:

Pilu Keluarga Pasien Terpaksa Bawa Mayat Naik Ojek karena Tak Dapat Ambulans, Bupati Akui Prihatin

Nasib pilu dialami keluarga pasien karena terpaksa harus membawa mayat saudaranya sendiri menggunakan ojek karena tak dapat ambulans.

Editor: Anisa Nurhaliza
Tribun Palu
Ilustrasi ambulans 

TRIBUNBANTEN.COM - Nasib pilu dialami keluarga pasien karena terpaksa harus membawa mayat saudaranya sendiri menggunakan ojek.

Jenazah tersebut terpaksa dibawa menggunakan motor karena pihak keluarga tak mendapatkan ambulans saat hendak membawa jenazah untuk ke rumah duka.

Peristiwa tersebut menjadi ramai di media sosial.

Pria yang meninggal dunia itu bernama Udin warga Desa Oluno, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Diketahui, Udin meninggal dunia karena sakit yang di deritanya.

Baca juga: Mobil Mercy Halangi Ambulans yang Bawa Ibu Hamil di Tol Tangerang, Pelaku Hampir Pukul Petugas RS

Jenazah diangkut menggunakan sepeda motor
Jenazah diangkut menggunakan sepeda motor (Istimewa)

Beredar luasnya video saat keluarga mengangkut mayat Udin pun diketahui oleh Bupati Kabupaten Banggai, Rais D. Adam.

"Saya sebagai Bupati tentu merasa prihatin dan mohon maaf atas kejadian ini," katanya dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.

Rais selanjutkan akan memastikan kepada pihak Puskesmas Bulagi.

Utamanya melihat apakah ada pelanggaran Prosedur Operasi Standar (SOP).

ika nanti ada indikasi tersebut, Rais akan tegas memberikan sanksi.

"Selanjutnya dari pihak Puskesmas, saya nanti akan melihat sejauh mana terjadi pelanggaran prosedur. Sesungguhnya kejadian ini tidak boleh terjadi," kata dia.

Puskesmas Bilang Ambulans Rusak

Kepala Puskesmas Bulagi, Heliawati Marlapan menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat itu, pasien dibawa ke UGD Puskesmas Bulagi sudah dalam keadaan gawat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved