Breaking News:

Mudik Lebaran

Cerita Pemudik di Pelabuhan Merak Hindari Macet: Hemat Biaya Perjalanan

Inayah, pemudik dari Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memilih kombinasi commuter line dan kereta api lokal untuk menghindari kemacetan

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Pantauan kendaraan dari KM 69 Tol Tangerang Merak 

TRIBUNBANTEN.COM - Inayah, pemudik dari Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memilih kombinasi commuter line dan kereta api lokal untuk menghindari kemacetan di Tol Tangerang-Merak.

Inayah bersama keluarganya pulang kampung ke Lampung. Dia biasanya naik bus melalui Tol Tangerang-Merak.

Mudik menggunakan kombinasi kereta api dan kapal laut itu dinilai dapat menghemat pengeluaran.

"Saya bawa anak-anak, daripada rewel karena macet mending naik kereta, ongkosnya juga lebih murah," kata Inayah, saat ditemui Kompas.com di Stasiun Rangkasbitung, pada Jumat (29/4/2022).

Baca juga: Waspada Potensi Tsunami Gunung Anak Krakatau, Begini Situasi Terkini di Lokasi

Tahun-tahun sebelumnya, Inayah pulang ke Lampung biasanya naik bus via Tol Tangerang-Merak.

Saat pandemi, kereta lokal Rangkasbitung-Merak juga tidak beroperasi.

Perjalanan mudik Inayah dan keluarga dimulai dengan naik KRL dari Stasiun Tigaraksa ke Rangkabitung.

Tarifnya Rp 3.000 per orang.

Dari Rangkabitung dia kemudian lanjut naik KRL Lokal Rangkasbitung-Merak ongkosnya juga Rp 3.000.

Total per orang dari Tigaraksa ke Merak hanya mengeluarkan ongkos Rp 6.000.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved