Breaking News:

Gunung Anak Krakatau Erupsi

Waspada Potensi Tsunami Gunung Anak Krakatau, Begini Situasi Terkini di Lokasi

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menurun.Menurunnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau itu mengakibatkan potensi tsunami mengecil.

Editor: Glery Lazuardi
Screenshoot akun instagra @krakatau_ca_cal   
Gunung Anak Krakatau Erupsi lagi. 

TRIBUNBANTEN.COM - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menurun.

Menurunnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau itu mengakibatkan potensi tsunami mengecil.

Baca juga: Kalak BPBD Banten: Jalur Evakuasi Tsunami di Banten Belum Memadai

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan
penurunan aktivitas Gunung Anak krakatau ini terlihat dengan meredanya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

“Berdasarkan hasil peninjauan bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan BMKG, BNPB dan MENKO PMK, terlihat bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini sudah mulai mereda baik letusan, tremor maupun ketinggian asap serta material yang dikeluarkan. Maka InsyaAllah, potensi terjadinya tsunami akibat longsoran bawah laut karena letusan Gunung Anak Krakatau juga semakin menurun," ujarnya, dalam keterangan jumpa pers di kanal YouTube BNPB, Kamis (28/4/2022).

Menurut Dwikorita, sebenarnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ini termasuk yang sangat fluktuatif, sehingga BMKG bersama PVMBG akan terus memantau kondisi gunung api ini.

Sebelumnya, pada tanggal 24 April 2022, PVMBG telah menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatu dari Level II Waspada ke Level III Siaga, karena aktivitas gunung api ini yang cukup signifikan sejak 17 April 2022.

Dalam informasi update erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin, 25 April 2022, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi atau tsunami untuk wilayah yang pernah terdampak sebelumnya saat terjadi letusan Gunung Anak Krakatau ini.

Namun, berdasarkan data Magma Indonesia, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pagi hari ini, Jumat (29/4/2022), kondisi gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati pula asap kawah utama Gunung Anak Krakatu berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak.

Selain itu, juga terjadi 1 kali gempa Tremor menerus dengan amplitudo 4-30 mm, dominan 7 mm.

Kendati aktivitas Gunung Anak Krakatau disebut sudah mereda, PVMBG belum kunjung menurunkan level aktivitas gunung dari Level III Siaga.

Untuk itu, kata Dwikorita, masyarakat diminta untuk tidak mempercayai informasi maupun berita-berita yang tidak jelas asal muasalnya.

“Saya berharap masyarakat tetap tenang karena Gunung Anak Krakatu saat ini sudah mereda. Jangan percaya berita hoaks,” jelasnya.

Baca juga: Daftar Wilayah Terancam Tsunami Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bisa Datang ke Jakarta?

Berdasarkan situasi tersebut maka pemerintah berkesimpulan bahwa arus mudik dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Pelayaran dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung dapat terus berjalan.

Dwikorita menjelaskan lokasi penyeberangan Merak-Bakauheni cukup jauh dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dia mengatakan dari sumber erupsi Gunung Anak Krakatau ke lokasi penyeberangan Merak-Bakauheni juga terhalangi oleh beberapa pulau kecil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun, BMKG: Potensi Terjadi Tsunami Kecil"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved