Breaking News:

Hari Raya Waisak 2022, 13 dari 15 Umat Buddha yang Mendekam di Lapas Cilegon Dapat Remisi Khusus

Hari Raya Waisak 2022, 13 dari 15 Umat Buddha yang Mendekam di Lapas Cilegon Dapat Remisi

Editor: Ahmad Haris
Humas. Lapas Cilegon
Pemberian SK remisi kepada para Napi beragama Buddha di Lapas Cilegon. 

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Sebanyak 13 dari 15 narapidana yang beragama buddha, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon menerima Remisi Khusus (RK) Hari Raya Waisak Tahun 2022.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cilegon, Sudirman Jaya mengatakan, Remisi ini diberikan khusus oleh negara melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, pada Senin (16/05).

Menurut Sudirman, 13 orang warga binaan umat buddha diberikan surat keterangan Remisi Khusus (RK) I secara simbolis.

Baca juga: Waisak 2566: Pemeluk Agama Buddha Merasa Beruntung Bisa Ibadah Secara Langsung di Vihara

"Seluruh warga binaan yang dihadirkan kali ini mendapatkan remisi khusus I Waisak. Artinya, tidak ada yang langsung bebas," ungkap Sudirman Jaya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Senin.

Sudirman pun meminta para penerima remisi, tetap berkelakuan baik selama menjalani sisa masa pidana.

Selain itu, juga harus aktif mengikuti pembinaan baik rohani maupun keterampilan.

"Mereka saat ini masih menjalani pembinaan di lapas cilegon, jika selama sisa pidana berbuat indisipliner, maka bisa saja hak untuk memperoleh remisi akan dicabut," katanya.

Kalapas Cilegon, Sudirman Jaya juga mengatakan, 13 warga binaan yang memperoleh remisi khusus waisak ini merupakan bagian dari 1.907 orang WBP yang menempati Lapas Cilegon.

Potongan hukuman yang diberikan bervariasi hingga 2 bulan penjara.

Baca juga: Serahkan Remisi Waisak di Lapas Kelas IIA Tangerang, Kadiv PAS: Remisi adalah Hak Warga Binaan

"Dari 1.907 Warga Binaan, 15 diantaranya hari ini merayakan waisak."

"Namun, hanya 13 WBP yang mendapat remisi khusus waisak oleh negara. Potongan hukuman bervariasi mulai dari 1 hingga 2 bulan penjara," ungkap Sudirman.

Dari jumlah yang mendapatkan remisi tersebut, lanjut Sudirman, 1 orang narapidana diantaranya merupakan pelaku tindak pidana umum (tidak terkait PP nomor 28 tahun 2006 dan PP nomor 99 tahun 2012), sementara 12 orang lainnya adalah narapidana yang terjerat kasus  narkotika (terkait PP nomor 99 tahun 2012).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved