Breaking News:

Perempuan Tewas dengan Tubuhnya Tertancap Pacul, Sang Inisiator Pemerkosaan Lolos dari Hukuman Mati

Perempuan Tewas dengan Tubuh Tertancap Pacul, Sang Inisiator Pemerkosaan Lolos dari Hukuman Mati

Editor: Ahmad Haris
(KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA)
Tersangka pembunuh EF (19), RA (16, berpakaian oranye), menjalani proses rekonstruksi di tempat terjadinya pembunuhan, mes karyawan PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/5/2016). Warga di sekitar sana menyoraki ketiga tersangka meminta agar mereka dihukum mati. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sekira enam tahun lalu, pemerkosaan dan pembunuhan secara sadis menimpa, seorang karyawati pabrik di Kabupaten Tangerang, Banten.

Perempuan itu berinisial EF (19).

EF tewas dengan kondisi mengenaskan, di dalam kamar mes karyawan Polyta Global Mandiri, di Jalan Raya Perancis Pergudangan 8 Dadap, Kecamatan Kosambi, 13 Mei 2016.

Mayat EF ditemukan terbaring tanpa busana, dan bersimbah darah dengan gagang cangkul yang masih tertancap di bagian tubuhnya.

Mengutip Kompas.com, belakangan diketahui inisiator dari pemerkosaan yang berujung pembunuhan ini adalah RA (16), yang tak lain adalah pacar korban.

Akan tetapi, RA lolos dari hukuman mati, karena statusnya yang merupakan anak di bawah umur.

Baca juga: Pelaku Pemerkosaan Anak di Serang Akhirnya Tewas, Harakiri Gunakan Pisau Usai Nodai Buah Hati

Nasib berbeda dialami dua pelaku dewasa lainnya yang divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim.

Sakit Hati Ditolak Berhubungan Badan Polisi menyatakan, pemerkosaaan yang berujung pembunuhan sadis ini bermula saat RA mendatangi kamar EF pada Kamis, 12 Mei 2016.

RA datang ke sana sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu, RA dan Eno baru berpacaran sekitar satu bulan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved