Breaking News:

Mentan SYL: 48 Kabupaten Masuk Kategori Zona Merah PMK

48 kabupaten di Indonesia masuk dalam kategori zona merah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Menteri Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo secara langsung melakukan kunjungan ke Kota Cegon) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - 48 kabupaten di Indonesia masuk dalam kategori zona merah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Untuk itu, perlu ditingkatkan kewaspadaan dan menerapkan protokol ketat terhadap hewan ternak.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi Kota Cilegon.

“Jadi hanya 48 kabupaten yang ada di seluruh Indonesia yang memang pandeminya harus diwaspadai," ujarnya, kepada awak media ditemui di Kantor Balai Karantika Kelas II Cilegon. Sabtu, (21/5/2022)

Baca juga: Polres Serang-Distan Awasi Lalu Lintas Hewan Ternak untuk Cegah Penularan Penyakit Mulut dan Kuku

Kunjungan itu dilakukan dalam rangka mengawasi lalu lintas hewan yang masuk maupun keluar melalui pintu-pintu pelabuhan.

Salah satunya diantaranya, yaitu di Pelabuhan Merak Cilegon, Banten.

"Dalam kondisi tersebut, kita juga harus bisa maping daerah zona merah tersebut. Bagaimana protokol yang sangat ketat dan lalu lintas tidak boleh masuk/keluar orang pun tidak boleh masuk dan keluar sampai dengan inkubasi,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ini, Mentan Syahrul Yasin Limpo memastikan SOP (Standar Operasional) dan protokol dalam menghadapi penyebaran PMK (Penyakit Mulut dan Kaki) pada hewan kurban, sapi, kerbau, unta, babi dll.

"Hari ini saya dengan jajaran Kementan hadir di sini (Cilegon) wabil khusus Dirjen Kementan terkait dengan pertenakan dan Kepala Pertanian untuk memastikan SOP dan Protokil dalam menangani PMK," ucapnya kata Syahrul Yasin Limpo

Ia menerangkan terlebih dalam bagaimana menangani aspek yang menentukan lalu lintas hewan antara Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa yang ada sesuai dengan protokol dan SE yang dikeluarkan oleh Kementan.

"Di Cilegon kita bisa melihat adanya aplikasi digital untuk mempermudah proses yang ada. Tempat ini juga melakukan pemeriksaan secara maksimal yang dibantu oleh dokter hewan sehingga tidak boleh ada kontaminasi dari PMK yang bisa kita abaikan. Bahkan sample darah dan pemeriksaan lab bisa kita maksimalkan di tempat ini," ujar Mentan.

Truk muatan hewan ternak dari pulau Sumatera menuju pulau Jawa atau sebaliknya akan dilakukan sejumlah tahapan pengecekan, seperti penyemprotan melalui tray disinfektan oleh Badan Karantina Pertanian (BKP) II Cilegon.

Mentan menyebutkan, jika truk muatan pada hewan dinyatakan positif terinfeksi PMK, maka hewat tersebut akan dilarikan ke tempat instalasi karantina hewan dan dilakukan penanganan khusus BKP II Cilegon.

Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku Marak, Distan Kabupaten Serang: Kami Lakukan Lockdown Zonasi

"Oleh karena itu, saya yakin menghadapi Idul Qurban besok akan lebih ketat lagi tetapi tidak membuat tambah ribet dah tambah susah. Tetapi sampai dengan instalasi karantina untuk menyembuhkan kita memilik back up yang cukup. Saat ini karantina seluruh Indonesia siaga 1 sampai 14 hari ke depan untuk memutus virus yang bisa berkembang lebih jauh," terangnya.

Menteri Pertanian mengatakan, meski penyakit ini terkonfirmasi dapat menyebar cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak, tetapi PMK dipastikan tidak berisiko terhadap kesehatan manusia.

Hasil laboratorium menunjukkan beberapa ternak yang terkonfirmasi positif PMK memiliki tingkat kematian rendah.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved