Breaking News:

Uni Eropa Bolehkan Italia dan Jerman Buka Rekening Rubel untuk Beli Gas Rusia, Putin Menang?

Uni Eropa Bolehkan Italia dan Jerman Buka Rekening Rubel untuk Beli Gas Rusia, Putin Menang?

Editor: Ahmad Haris
(The Guardian/AFP)
Foto Presiden Vladimir Putin di jaringan pipa gas Rusia di Vladivostok, 2011. Presiden Tusia Vladimir Putin tetap mengharuskan Uni Eropa membayar gas yang dibelinya dari Rusia dengan rubel. 

TRIBUNBANTEN.COM - Italia dan Jerman mengumumkan perusahaan-perusahaannya dapat membuka rekening rubel untuk membeli gas Rusia, tanpa khawatir bakal melanggar sanksi.

Mengutip Tribunnews.com, pelonggaran itu didapat setelah kedua negara tersebut melakukan diskusi dengan Uni Eropa.

Sebelumnya, Rusia telah menuntut agar pembeli asing membayar gas dalam Rubel, sehingga menguji tekad pemerintah Eropa untuk bersikap keras terhadap Rusia yang telah menyerang Ukraina pada Februari lalu.

Baca juga: Perundingan Berlangsung Alot, Berujung Uni Eropa Gagal Sepakat Embargo Minyak dan Gas Rusia

Diberitakan Reuters, Polandia, Bulgaria dan Finlandia menolak tuntutan Rusia untuk membayar gas dalam rubel, sehingga pasokan gas mereka telah dipotong.

Namun, negara-negara anggota Uni Eropa lainnya menghindari tindakan yang dapat mendorong Rusia, untuk memotong pasokan gasnya.

Uni Eropa telah memberikan dua panduan tertulis, mengenai cara membeli gas Rusia tanpa melanggar sanksi.

Sayangnya panduan tersebut tidak secara jelas mengatakan, apakah membuka rekening rubel dengan Gazprombank akan melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.

Beberapa diplomat dari negara-negara anggota Uni Eropa berpendapat, panduan yang diberikan sengaja dibuat tidak jelas untuk memungkinkan negara-negara di Eropa membuka rekening rubel dan terus membeli gas Rusia.

Baca juga: Strategi Putin Wajibkan Bayar Gas Rusia Pakai Rubel Bisa Hancurkan Dolar AS, Inflasi Menggila

“Seseorang memiliki kesan bahwa hal itu membiarkan pintu terbuka untuk bisnis seperti biasa,” kata seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya.

Diplomat tersebut menambahkan, pandangan diplomat dari negara-negara anggota Uni Eropa terhadap panduan tersebut dapat berisiko merusak persatuan UE dalam melawan Rusia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Vladimir Putin memberlakukan semua negara eropa yang hendak membeli gas Rusia, wajib menggunakan mata uang Rusia, yaitu Rubel.

Baca juga: Perintah Uni Eropa Boikot Gas Rusia, Pengusaha Jerman Kompak Menolak karena Akibatnya Bisa Fatal!

Hal itu menyusul tindakan barat yang memberikan sanksi ekonomi yang ketat kepada Rusia, karena melakukan invasi ke Ukraina.

Tindakan Rusia itu sempat mendapat pertentangan dari Uni Eropa, dan berencana memboikot gas dan minyak Rusia.

Namun sayangnya, langkah Uni Eropa itu tidak didukung sepenuhnya oleh negara-negara barat seperti Jerman dan Italia, karena ketergantungan mereka terhadap gas alam Rusia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Uni Eropa Beri Lampu Hijau, Jerman dan Italia Boleh Buka Rekening Rubel untuk Beli Gas Rusia

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved