Breaking News:

Perang Rusia-Ukraina Bisa Berdampak pada Kenaikan Harga Mi Instan di Indonesia, Ini Penjelasannya

Ini akan memberikan dampak pada perusahaan mi instan, sehingga bisa saja mereka menaikkan harga produknya.

tribunnews.com
ilustrasi makan mie instan 

TRIBUNBANTEN.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina berpotensi mengganggu pasokan gandum.

Hal itu bisa berdampak pada harga produk turunannya, termasuk mi instan.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan 40 persen kebutuhan gandum Indonesia diimpor dari Ukraina.

Gandum adalah satu di antara bahan baku pembuatan mi.

"Dampaknya dapat terasa pada pasokan gandum," katanya saat pembukaan Paviliun Indonesia dalam World Ekonomic Forum 2022 di Davos, Swiss, yang ditayangkan secara virtual, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Dampak PPKM Darurat Menurut Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso: Kehilangan Omzet Hingga 35 %

Menurut Airlangga, gangguan pasokan gandum dapat berdampak pada naiknya harga komoditas tersebut dan membuat kenaikan harga mi instan.

Ini akan memberikan dampak pada perusahaan mi instan, sehingga bisa saja mereka menaikkan harga produknya.

"Ini akan menimbulkan inflasi yang berasal dari mi. Padahal dalam 3 tahun terakhir inflasi mi instan mendekati nol persen," ucap Airlangga.

Sebagai upaya untuk menjaga pasokan gandum di dalam negeri, Indonesia telah menekan kontrak impor yang cukup demi memenuhi kebutuhan setidaknya hingga September 2022.

Menurut Airlangga, saat ini kenaikan harga pangan menjadi satu di antara tantangan yang dihadapi sebagian besar negara di dunia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved