Breaking News:

Kesulitan Membeli Pertalite, Sejumlah Nelayan di Panimbang tak Melaut, Paguyuban Minta Kejelasan

Padahal, dia mengaku nelayan sudah sesuai aturan dan prosedur pembelian pertalite.

Penulis: Nurandi | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNBANTEN/KHAIRULMAARIF
ilustrasi. Suasana Pantai Mabak dan kesibukan nelayan yang hanya merapikan kapalnya, Minggu (25/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

 

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Ratusan nelayan di Panimbang, Kabupaten Pandeglang, untuk sementara tidak melaut.

Ketua Paguyuban Nelayan Kabupaten Pandeglang, Euncep Waas, mengatakan mereka kesulitan membeli pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Padahal, dia mengaku nelayan sudah sesuai aturan dan prosedur pembelian pertalite.

"Dari pihak SPBU yang memang belum paham mengenai aturan tersebut. Jadi ratusan nelayan saat ini tidak melaut," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Jumat (27/5/2022).

Baca juga: Cuaca Buruk, Ribuan Nelayan di Binuangeun Lebak Pilih Tak Melaut

Euncep mengaku hanya ingin meminta kejelasan dari pihak Pertamina sampai terjadi seperti ini.

Dia membandingkan nelayan di Labuan, Binuangeun, dan Tanjung Lesung, yang tidak mengalami kesulitan.

"Paling penting nelayan itu persyaratannya ditempuh dan sesuai prosedur intinya. Kami harapkan secepatnya masalah ini bisa terselesaikan," ujarnya.

Sariman, nelayan di Panimbang, mengatakan harus membawa surat izin jika ingin membeli pertalite.

Dia mengaku sudah mengantongi surat dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

"Saya sudah bikin juga, tetapi tetap aja tidak bisa," katanya.

Nelayan tidak mampu untuk membeli pertamax karena tidak sebanding dengan penghasilan.

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved