Breaking News:

Sejumlah Start Up Lakukan PHK, Pengamat: Banyak Pencitraan, Saat ini Sulit Mendapatkan Pendanaan

Padahal, pertumbuhan perekonomian Indonesia mulai pulih dari pandemi Covid-19.

Warta Kota/Andika Panduwinata
ilustrasi PHK. Seorang buruh memposting foto PHK dan menuai sorotan dari masyarakat. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah start up melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kepada karyawannya.

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan.

Perusahaan e-commerce JD.ID yang juga mengurangi jumlah karyawannya.

Padahal, pertumbuhan perekonomian Indonesia mulai pulih dari pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, start up saat ini kesulitan mendapatkan pendanaan.

Baca juga: 3 Fakta Gelombang PHK Massal Kurir oleh SiCepat, Kirim Hampir 3 Juta Paket Sehari

Selain itu, start up yang ada pada saat ini juga memperlihatkan banyak pencitraan yang pada akibatnya merugikan diri sendiri.

Adapun pencitraan yang dimaksud seperti memberikan gaji besar dengan kantor mewah dan fasilitas yang modern yang menjadi bagian dari bakar uang.

Padahal untuk meraih pengguna, kebanyakan startup harus melakukan bakar uang.

“Kalau pendanaannya tidak besar, jadi pemborosan,” ujar Heru kepada Kontan.co.id, Jumat (27/5/2022).

Dia melihat saat ini banyak startup yang sudah membuktikan keuntungan konsisten.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved