Breaking News:

Virus Corona

Korea Utara Penjarakan Pejabat karena Diduga Lalai Tangani Covid-19, Bagaimana di Indonesia?

Pandemi Covid-19 sedang melanda Korea Utara. Setidaknya, sekitar 3,3 juta orang terkena demam yang mengakibatkan 69 orang meninggal dunia.

Editor: Glery Lazuardi
AFP PHOTO/KCNA VIA KNS
Foto Kim Jong Un tersenyum ini dipotret pada (7/6/2020) 

TRIBUNBANTEN.COM - Pandemi Covid-19 sedang melanda Korea Utara.

Setidaknya, sekitar 3,3 juta orang terkena demam yang mengakibatkan 69 orang meninggal dunia.

Tak diketahui berapa banyak kasus positif covid-19 dari angka itu.

Baca juga: Jadi Utusan Khusus Perdamaian Korsel-Korut, Megawati: Saya Ikuti K-Pop, Drakor, dengan BTS

Radio Free Asia melaporkan pandemi Covid-19 di Korea Utara berpotensi mempermalukan pemerintah Kim Jong Un.

Untuk itu, Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, bersikap tegas kepada para pejabat di pemerintahannya.

Sikap tegas itu karena para pejabat itu dinilai lalai mengendalikan penyebaran Covid-19.

Para pejabat itu dijebloskan ke penjara dan di antaranya dikirim untuk kerja paksa.

"Dalam pertemuan resmi di gedung komite partai pekan lalu, beberapa pejabat dihukum karena kegagalan mereka mengatur sistem karantina darurat. Beberapa dari mereka adalah dua manajer yang sempat telat mengunci wilayah (lockdown) asrama pekerja di unit produksi mereka," kata pejabat di Kota Chongjin, Hamgyong Utara, kepada RFA, Sabtu (28/5/2022).

Kedua manajer itu 'dikurung' setelah sempat dibawa ke panggung dan dikritik di depan publik.

"Para pejabat dikurung selama tiga hari. Sejak implementasi sistem karantina darurat, hukuman seperti ini lebih sering terjadi dibandingkan sebelumnya," lanjut sumber itu.

Namun, sumber itu melanjutkan pihak berwenang enggan merilis informasi terkait hukuman apa yang diberikan karena mereka ingin melindungi reputasi dan harga diri para pejabat.

Baca juga: Invasi Ukraina Alami Stagnasi, Rusia Disebut Minta Bantuan Korut, Respons Kim Jong Un Tak Terduga

"Tetap saja, banyak pejabat yang tak senang dikurung. Dua tahun lalu, mereka sempat mengurung seorang pejabat perusahaan selama lima hari. Ia (pejabat itu) merasa tersinggung dan malu. Kemudian mengundurkan diri sehari setelah dibebaskan, dengan alasan kesehatan."

Menurut sumber itu, pengurungan merupakan cara yang kekanak-kanakan untuk menghukum seseorang karena kinerja mereka kurang baik.

"Apakah pihak berwenang tak bisa mengatur kader pejabat kecuali dengan cara yang ketinggalan zaman ini?" tanya sumber tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved