Breaking News:

Tiket Masuk Candi Borobudur Naik 15 Kali Lipat, Luhut: Demi Kelestarian

Mentri Luhut Binsar Panjaitan mengaku kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur demi kelestarian

Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Cagar budaya Candi Borobudur 

TRIBUNBANTEN.COM - Tiket masuk Candi Borobudur direncanakan naik 15 kali lipat oleh pemerintah.

Pengumuman rencana kenaikan tiket masuk Candi Borobudur langsung diucapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur menjadi Rp 750.000 untuk turis lokal.

Baca juga: Gerakan Matikan Listrik Selama Satu Jam, Ini Kata Kepala PLN Banten Utara

Sementara harga tiket masuk Candi Borobudur untuk wisatawan asing dietatpakn sebesar 100 dollar AS atau setara dengan Rp 1.443.000 (kurs Rp 14.400).

Tak hanya itu, pemerintah juga membatasi kuota kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur menjadi 1.200 orang per hari.

Sebagaimana diketahui, tiket masuk Borobudur yang berlaku saat ini adalah Rp 50.000 untuk dewasa dan anak di atas 10 tahun, lalu tiket Borobudur untuk anak di bawah 3 tahun dipatok Rp 25.000.

Dengan kata lain, tiket masuk Borobudur tersebut bakal naik 15 kali lipat dibandingkan harga tiket masuk Candi Borobudur yang masih berlaku saat ini.

Luhut mengatakan, kenaikan demi menjaga kelestarian sejarah dari candi peninggalan Dinasti Mataram Kuno atau Wangsa Syailendra tersebut.

"Langkah ini kami lakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara," kata Luhut seperti dikutip akun Instagram resminya, Minggu (5/6/2022).

Baca juga: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Saling Janji untuk Tak Ulangi Kesalahan, Utamakan Kebahagiaan Anak

Skema kenaikan harga tiket ini juga, lanjut Luhut, akan dibarengi dengan kebijakan penggunaan jasa pemandu wisata untuk setiao wisatawan yang datang ke Candi Borobudur.

"Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki) terhadap kawasan ini sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," imbuhnya.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved