Ini Kebimbangan Ridwan Kamil Setelah Memandikan Jenazah Eril, Langsung Konsultasi kepada Ulama
Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz telah ditemukan, Ridwan Kamil bertanya kepada ulama sebelum mengadzankan almarhum Eril.
TRIBUNBANTEN.COM - Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz telah ditemukan, Ridwan Kamil bertanya kepada ulama sebelum mengadzankan almarhum Eril.
Kebimbangan hadir di hati Ridwan Kamil setelah dirinya memandikan jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril.
Ridwan Kamil rupanya ingin mengadzankan almarhum Eril namun tidak yakin apakah hal tersebut dibolehkan atau tidak.

Baca juga: Masya Allah! Ridwan Kamil Bersyukur Jasad Eril Dilindungi dari Bahaya di Sungai Aare: Mukjizat Kecil
Baca juga: Penjelasan KH Ghozi Wahab tentang Eril Meninggal Secara Syahid Ukhrawi, Diperlakukan Sesuai Syariat
Baca juga: Ikut Cari Eril di Sungai Aare, Kecurigaan Bayu Wiro Terbukti saat Jasad Putra Ridwan Kamil Ditemukan
Baca juga: Akhirnya Terungkap Penyebab Jasad Eril Lama Ditemukan: Sulitnya Medan hingga Biaya Pencarian Mahal
Setelah memandikan jenazah sang putra sulung, Ridwan Kamil langsung berkonsultasi kepada ulama setempat sebelum mengumandangkan adzan untuk Eril.
Hal ini disampaikan oleh perwakilan keluarga Gubernur Jabar, Elpi Nazmuzzaman.
Elpi Nazmuzzaman yang sudah berada di Swiss untuk memantau langsung proses pencarian Eril, menuturkan bahwa ulama setempat ikut memandikan jenazah Eril.
Sementara itu, Ridwan Kamil yang telah sampai di Kota Bern pada Kamis (9/6/2022) langsung menyiapkan dan memandikan jenazah Eril secara syariat Islam.
"Alhamdulillah, tata cara pelaksanaan secara syariat Islam dilakukan oleh Kang Emil dan juga ulama setempat, serta petugas yang beragama Islam," kata Elpi, Jumat (10/6/2022).
Elpi menambahkan, setelah memandikan jenazah, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, langsung mengusap, memeluk, dan mengumandangkan adzan untuk Eril.
"Sebelum mengadzankan, Kang Emil sempat menanyakan kepada ulama setempat apakah boleh atau tidak Kang Emil mengadzankan almarhum, dan ulama setempat menyatakan dipersilahkan," ucapnya.
Setelah memandikan jenazah dengan tata cara syariat Islam, kata Elpi, Kang Emil pun menghubungi keluarga besar di Indonesia, termasuk Atalia Praratya Ridwan Kamil.
"Kemudian keluarga inti diberikan kesempatan untuk melihat suasana ruangan dan kemudian menyaksikan Kang Emil mendoakan Eril," ucapnya.
Melalui akun instagramnya, Kang Emil menuturkan bahwa dirinya sudah melihat, memeluk, membelai, dan memandikan jasad Eril sesuai syariat Islam.
Selain itu, ia juga sudah mengumandangkan adzan di depan jasad Eril.
"MASYA ALLAH, Walau sudah lewat 14 hari, jasadnya masih utuh, lengkap tidak kurang satu apapun, wajah rapih menengok ke kanan dan saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti wangi daun eucalyptus. Sungguh mukjizat kecil yang sangat kami syukuri," tulis Kang Emil dalam postingan instagramnya.
"Maha Besar Allah, atas ijinMu, selama 14 hari sungai Aare benar-benar melindungi dan mensucikan jasadnya dari marabahaya," kata Ridwan Kamil.
Kronologi ditemukannya jenazah Eril
Dalam rilis yang diterbitkan kepolisian Bern, Eril ditemukan oleh petugas polisi Bern pada Rabu pagi.
Polisi tersebut menemukan pria pria tak bernyawa tergeletak di air di bendungan Engehalde di Bern pada Rabu pagi sekira pukul 06.50 waktu setempat atau pukul 11.50 WIB.
Setelah itu, jenazah itu dievakuasi oleh polisi maritim Bern.
Dubes Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad menambahkan, setelah ditemukan jenazah yang diduga Eril itu, selanjutnya dilakukan identifikasi melalui tes DNA.
Hasil tes DNA kemudian disampaikan pihak kepolisian Bern pada Kamis siang yang menyatakan jenazah tersebut benar adalah Eril.
"Pada Kamis (9/6/2022) siang waktu Swiss, pihak kepolisian menyampaikan konfirmasi bahwa hasil tes DNA bahwa jasad yang ditemukan kemarin adalah ananda Emmeril Kahn Mumtadz (Eril)," jelasnya.
Sesuai prosedur hukum yang berlaku, pihak kepolisian menyampaikan berbagai berkas yang diperlukan ke Pengadilan Kantor Bern sebagai pihak yang berwenang untuk memutuskan serah terima jasad Eril sebagai bagian dari proses pemulangan jenazah Eril.
Sebagaimana diketahui, Eril mengalami musibah di Bern, Swiss pada Kamis (26/5/2022) waktu setempat.
Emmeril hilang terseret arus Sungai Aare saat berenang bersama keluarganya.
Penjelasan KH Ghozi Wahab tentang Emmeril Kahn Mumtadz yang meninggal secara syahid ukhrawi
Kabar ditemukannya jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril disambut dengan haru dan penuh syukur oleh keluarga.
Mengenai hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menjelaskan hendaknya digelar sholat jenazah untuk putra sulung Ridwan Kamil.
Menurut penjelasan Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei, meski keluarga dan kerabat sudah menggelar sholat gaib, salat jenazah Eril tetap harus dilakukan jika jasad telah ditemukan.

Baca juga: Menyayat Hati! Ini Rencana Eril Setahun Sebelum Meninggal, Sosok Pria Kebanggaan Keluarga
Baca juga: Masya Allah! Ridwan Kamil Bersyukur Jasad Eril Dilindungi dari Bahaya di Sungai Aare: Mukjizat Kecil
Baca juga: Ikut Cari Eril di Sungai Aare, Kecurigaan Bayu Wiro Terbukti saat Jasad Putra Ridwan Kamil Ditemukan
Baca juga: Ridwan Kamil Lihat Kondisi Eril: Jasadnya Masih Utuh, Wangi Seperti Daun Eucalyptus
Rahmat menuturkan, selain salat jenazah, jasad yang ditemukan juga harus dimandikan sesuai dengan syariat Islam.
Dengan catatan kondisi jenazah masih baik.
"Kalau kondisinya memungkinkan, maka dimandikan seperti jenazah biasa."
"Kalau tidak, dialirkan air saja," katanya.
Tuntunan yang sama juga datang dari KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan cucu pendiri Nahdlatul Uama (NU), KH Ghozi Wahab Hasbullah.
Aa Gym mengatakan salat jenazah harus dilakukan setelah jenazah Eril ditemukan.
"Saat ini kita minta petunjuk dari Allah terus."
"Supaya diberikan yang terbaik."
"Andaipun sudah ada Informasi, bila ada jenazah, maka salatnya dilakukan sebagaimana dengan ada jenazah," tuturnya.
KH Ghozi Wahab menambahkan, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril meninggal secara syahid karena itu jenazahnya harus diperlakukan sesuai tuntunan syariat.
"Karena Eril itu milik Allah. Dan meninggalnya pun syahid. Syahid ukhrawi."
"Orang yang tenggelam syahid ukhrawi. Harus dimandikan, harus dikafani, disalati, kalau bisa," katanya
Ghozi menerangkan syahid jihad berbeda dengan syahid ukhrawi.
Orang yang meninggal secara syahid jihad dilarang untuk dimandikan, disalati dan ganti pakaian, atau langsung dimakamkan.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern Swiss melaporkan jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril ditemukan di Bendungan Engehalde, Bern, Swiss.
"Saya ingin menyampaikan kabar bahwa kepolisian Bern telah bertemu kami bersama keluarga, untuk menyampaikan informasi awal jasad yang diduga ananda Eril Pukul 11.50 WIB," kata Duta Besar Indonesia di Swiss Muliaman D Hadad, Kamis (9/6/2022).
(TribunJabar.id/Muhamad Syarif Abdussalam/Tribunnews.com/Siti Nurjannah Wulandari))
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ridwan Kamil Mengusap, Memeluk, dan Adzankan Jenazah Eril Setelah Memandikan Bersama Ulama Swiss, Tribunnews.com dengan judul Ridwan Kamil Akhirnya Sudah Memeluk Jenazah Eril: Jasadnya Utuh, Saya Bersaksi Jasad Eril Wangi dan TribunJabar.id dengan judul Kata Aa Gym, Salat Jenazah Harus Dilakukan Setelah Eril Ditemukan, MUI: Walau Sudah Salat Gaib