Breaking News:

Virus Corona

Ini Gejala Empat Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Rata-rata Sudah Vaksin Booster

Mereka rata-rata sudah vaksin booster bahkan sampai ada yang empat kali suntik vaksin Covid-19.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Satu kasus subvarian baru Omicron BA.4 dan tiga kasus positif BA.5 terdeteksi di Bali.

Mereka rata-rata sudah vaksin booster bahkan sampai ada yang empat kali suntik vaksin Covid-19.

Satu orang positif BA.4 adalah warga negara Indonesia dengan kondisi klinis tidak bergejala dan sudah suntik vaksin dua kali.

Tiga orang positif BA.5 adalah pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23-28 Mei 2022.

Baca juga: Subvarian Omicron Lebih Menular Masuk ke Indonesia Akhir Mei 2022, Baru Terdeteksi 2 Hari Lalu

Kondisi klinis tiga orang itu antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal.

Empat kasus subvarian baru yang pertama dilaporkan di Indonesia ini pada 6 Juni 2022.

Jubir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Mohammad Syahril mengatakan ada 58 negara melaporkan subvarian BA.4 dengan jumlah 6.903 sekuens melalui GISAID.

Lima negara di antaranya dengan laporan BA.4 terbanyak, yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark, dan Israel.

Adapun BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara.

Ada lima negara dengan laporan sekuens terbanyak, yaitu Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

“Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian Omicron BA.1 dan BA.2," ujar Syahfril melalui keterangan tertulis, Jumat (10/6/2022).

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Muncul, XE Lebih Cepat Menular dari Omicron, Bahayakah?

Tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya.

Syahril mengatakan, yang perlu diwaspadai adalah immune escape.

Artinya imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian Omicron.

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved