Breaking News:

Tim KPK Diajak ke War Room, PLN Tunjukkan Transformasi Digital Proses Pengadaan

Kolaborasi PLN dengan KPK yang semakin kuat itu demi mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)

dokumentasi PLN
Transformasi digital PLN 

TRIBUNBANTEN.COM - PLN berkoordinasi dengan Kedeputian Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Koordinasi itu untuk menggali proses pengadaan barang dan jasa serta pengadaan untuk perjanjian jual-beli tenaga listrik, termasuk dari sumber energi baru terbarukan (EBT).

Kolaborasi PLN dengan KPK yang semakin kuat itu demi mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Baca juga: PLN Bedah Rumah Prajurit TNI Kodim 1603 Sikka, Manfaatkan Limbah Sisa Pembakaran Batu Bara

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, bersama seluruh jajaran EVP dan Direktorat Mega Proyek dan EBT, menerima secara langsung tim KPK.

Tim diajak mengunjungi War Room untuk memperkenalkan transformasi digital PLN.

Wiluyo mengatakan bahwa transformasi digital dalam proses pengadaan PLN akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan.

Tentunya, pengembangan proses ini dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku untuk mengurangi kemungkinan terjadinya fraud dalam proses berjalan.

Baca juga: PLN Siap Kawal dan Listriki IKN dengan Mengusung Konsep Green, Smart, and Beautiful

Untuk keperluan monitoring proyek dari tahap inisiasi sampai tahap konstruksi, PLN juga memiliki aplikasi Program Management Office (PMO).

"Aplikasi dapat menampilkan data proyek yang terkini sesuai dengan kondisi riil sehingga dapat menjadi acuan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan," ujarnya.

Dalam proses pengadaan, PLN menggunakan aplikasi Digital Procurement yang merupakan back office sistem pengadaan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved