Breaking News:

Siap-siap, Detergen, Ban Karet, dan BBM Bakal Kena Cukai, Apa Alasannya?

Ada tiga pengelompokan barang kena cukai, yaitu eksisting, persiapan, dan kajian.

TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Antrean di jalur khusus BBMM pertalite di SPBU Petir Kabupaten Serang tampak mengular panjang, Senin (4/4/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Ada tiga pengelompokan barang kena cukai, yaitu eksisting, persiapan, dan kajian.

Tiga barang yang kena cukai yang sedang berlaku adalah hasil tembakau, minuman mengandung etil alkohol, dan etil alkohol.

Saat ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mengkaji rencana perluasan objek kena cukai untuk ban karet, bahan bakar minyak, dan detergen.

Baca juga: Selain Cukai Rokok, Tarif PPN & PPh juga Naik di 2022, Ini Rinciannya Sesuai Penghasilan Wajib Pajak

Rencana perluasan objek kena pajak itu demi mengurangi tingkat konsumsi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, mengatakan rencana perluasan objek kena pajak cukai dilakukan karena potensi penerimaan negara dari sisi kepabeanan dan cukai masih bisa dioptimalkan.

Pemerintah mematok penerimaan cukai di APBN 2022 sebesar Rp 203,92 triliun atau tumbuh 4,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar Rp 195,5 triliun.

Realisasi penerimaan cukai per April 2022 telah mencapai Rp 78,56 triliun.

"Melalui ekstensifikasi barang kena cukai (BKC)," katanya saat Rapat Panja Asumsi Dasar Banggar di DPR RI, Senin (13/6/2022).

Adapun barang-barang yang sedang dalam tahap persiapan pengenaan cukai adalah plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

Baca juga: Bekas Pejabat Bea Cukai Soekarno-Hatta Jadi Tersangka, Langsung Ditahan Kejati Banten Selama 20 Hari

Febrio tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai waktu dan kapan kebijakan pengenaan cukai terhadap ban karet, BBM, dan detergen diterapkan.

 

 

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved