Breaking News:

Pemerintah Kabupaten Serang Lakukan 8 Aksi Konvergensi untuk Percepat Penurunan Stunting

Kondisi kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir

dokumentasi Bappeda Kabupaten Serang
Pemkab Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan konvergensi dalam percepatan penurunan stunting. 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pemkab Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan konvergensi dalam percepatan penurunan stunting.

Kabid Sosial Budaya dan Pemerintah Bappeda Kabupaten Serang, Dian Mardiani, mengatakan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang kekurangan gizi kronis.

Hal itu berdampak pada tinggi anak terlalu pendek untuk usianya.

"Kondisi kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir," katanya di ruang kerjanya, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: RPJMD, Bappeda Kabupaten Serang Fokus 7 Hal, Peningkatan Pendidikan, Kesehatan, hingga Infrastruktur

Pada masa yang akan datang, balita yang stunting bisa mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal sehingga dapat mempengaruhi sumber daya manusia.

Penurunan stunting menjadi program prioritas nasional.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah ditargetkan pada 2024 prevalensi stunting turun menjadi 14 persen. 

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi di Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Serang dari 39,43 persen pada 2019 menurun menjadi 27,2 persen pada tahun 2021.

"Permasalahan stunting tidak bisa hanya diselesaikan melalui program gizi, tetapi harus terintegrasi dengan program lainnya," ujar Dian.

Kompleksnya masalah stunting dan banyaknya stakeholder yang terkait dalam intervensi, diperlukan konvergensi dalam percepatan penurunan stunting.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved