Breaking News:

BNPT Kembali Ingatkan Propaganda Radikal Terorisme di Medsos, Generasi Milenial Jadi Sasaran

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, kembali mengingatkan soal propaganda radikal terorisme

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Ilustrasi tim Densus 88 Polri melakukan pengepungan terduga teroris 

TRIBUNBANTEN.COM - Kepala BNPT)'>Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT), Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, kembali mengingatkan soal propaganda radikal terorisme di media sosial.

Menurut dia, kelompok radikal terorisme gemar mengumbar narasi kekerasan di media sosial yang menyasar generasi milenial.

Jika, hal ini dibiarkan, maka akan menjadi ancaman bagi generasi penerus bangsa yang akan menikmati era bonus demokrasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita harus antisipasi ajakan kelompok teror yang mengedepankan narasi kekerasan,” kata dia.

Baca juga: Nikita Mirzani Ngadu ke Kapolri usai Rumahnya Dikepung Polisi Sejak Jam 3 Subuh: Emang Saya Teroris?

Menurut dia, keberhasilan meredam radikalisme di era bonus demografi seperti sekarang ini menjadi titik krusial menuju Indonesia Emas 2045.

Dia menjelaskan, bonus demografi dengan penanganan yang baik membuat produktivitas Indonesia melambung pada momen yang tepat, 100 tahun Indonesia merdeka di tahun 2045.
menyampaikan sambutan.

Indonesia sudah memasuki era bonus demografi. Artinya penduduk usia produktif lebih dominan dibandingkan penduduk usia non-produktif.

“Ke depan, bonus demografi ini akan menentukan keberlangsungan negara. Sumber Daya Manusia tidak hanya dituntut untuk memiliki hard skill yang baik, tetapi adab yang baik,” kata dia.

Mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini menyatakan bahaya pengaruh radikal terorisme.

Melalui, narasi-narasi yang mengatasnamakan agama, seringkali kelompok ini mendapat sambutan masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Boy menyatakan BNPT akan terus menggandeng tokoh lintas agama.

Mereka secara bersama-sama akan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk peka terhadap propaganda atau ajakan kelompok teror.

“Narasi keagamaan yang digaungkan kelompok teror itu menghalalkan kekerasan terhadap sesama umat manusia, tidak sesuai dengan kaidah agama dan prinsip negara,” tandas jenderal polisi bintang tiga ini.

Lebih lanjut Boy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai jika ada pihak-pihak tertentu yang mengajak melalui cara-cara kekerasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved