Breaking News:

37,8 Persen Anak di Kabupaten Pandeglang Kekurangan Gizi, Jadi yang Tertinggi di Banten

37,8 Persen Anak di Kabupaten Pandeglang Kekurangan Gizi, Jadi yang Tertinggi di Banten

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
AFP
Ilustrasi: Krisis ekonomi di Sri Lanka juga berdampak pada pemerataan gizi di masyarakat terkhusus kalangan anak-anak. Di Kabupaten Pandeglang, kini banyak anak yang kekurangan gizi, jumlahnya jadi yang tertinggi di Provinsi Banten. 

Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN PANDEGLANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat, saat ini angka Stunting atau gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi, merupakan yang tertinggi di Provinsi Banten.

Berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021, stunting di Pandeglang berada pada angka 37,8 persen atau peringkat pertama di Banten.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Pandeglang, Encep Hermawan.

Baca juga: Pemkab Lebak Diminta Serius Tangani Kasus Stunting, Dewan: Jangan Formalitas, Berikan Mereka Nutrisi

Dirinya menyampaikan, dari data tersebut menjadikan Kabupaten Pandeglang daerah fokus pendampingan, dan penanganan Stunting oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia atau Kemenko PMK RI.

"Menko PMK beserta dan lembaga kementerian yang lain, akan fokus dalam penanganan Stunting yang terintegrasi di Kabupaten Pandeglang," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Jumat (24/6/2022).

Namun dalam survei Stunting yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, berdasarkan input elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Ada ada perbedaan angka hasil dari survei SSGI dan Input dari e-PPGBM.

Angka Stunting di Kabupaten Pandeglang lebih rendah yakni di angka 11,2 persen.

Encep Hermawan menyebutkan, hasil tersebut, merupakan input e-PPGBM yang dilakukan di seluruh Puskesmas hasil dari penimbangan bulan balita.

"Tapi yang menjadi dasar intervensi kami, adalah hasil input dari e-PPGBM kita, karena di situ sudah ada by name, by address," katanya.

Baca juga: Puluhan Hewan Ternak di Pandeglang Terserang Wabah PMK, DPKP Beri Penjelasan

Dalam menurunkan angka Stunting, saat ini Dinkes Pandeglang sudah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pandeglang.

"TPS dibentuk dimulai dari tingkat kecamatan dan desa."

"Hal tersebut akan kita sinergikan bersama dalam pencegahan Stunting, dan menurunkan angka Stunting di Kabupaten Pandeglang," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved