Breaking News:

Ada yang Ogah Berkoalisi dengan Partai Tertentu, Demokrat Singgung soal Kemiskinan dan Minyak Goreng

Ada yang Ogah Berkoalisi dengan Partai Tertentu, Demokrat Singgung soal Kemiskinan dan Minyak Goreng

Editor: Ahmad Haris
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bakal melantik kepengurusan DPD Demokrat DKI Jakarta periode 2022-2027, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/3/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP atau Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, sikap Partai Demokrat sangat jelas soal koalisi seperti yang diungkapkan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Herzaky mengaku, Demokrat sangat menghargai kemandirian, independensi, mekanisme internal, dan pilihan dari setiap partai dalam menentukan keinginan berkoalisi atau bekerja sama dengan partai mana untuk Pilpres 2024.

"Karena itu, kami juga berharap, independensi, kemandirian, mekanisme internal, dan pilihan kami dalam menentukan rekan koalisi atau kerja sama menuju 2024, dihormati dan dihargai pula," kata Herzaky dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Nah Loh! PDIP akan Sanksi Masinton karena Komentari soal Peluang Koalisi dengan PKS dan Demokrat

Pihaknya berharap, tidak ada upaya tekanan-tekanan, paksaan, bahkan ancaman-ancaman, semisal upaya kriminalisasi atau gangguan terhadap bisnis kader-kader Demokrat.

"Maupun upaya perampasan kepemimpinan terhadap partai kami ataupun calon rekan koalisi kami," lanjut dia.

Partai Demokrat juga menurut Herzaky sangat menghargai, setiap partai politik punya prioritas dan platform berbeda ketika memegang pemerintahan.

Ia menjelaskan, rakyat pernah merasakan pemerintahan era Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan saat ini Jokowi.

"Kalau era Demokrat yang memimpin, ketika Pak SBY menjadi presiden di tahun 2004-2014, prioritas kami jelas. Bela rakyat kecil, perjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat. Rakyat tidak perlu antre minyak goreng," katanya.

Selain itu, Herzaky pun mengklaim, saat pemerintahan SBY, harga sembako terjangkau dan stabil, tidak naik drastis seperti situasi yang rakyat hadapi enam bulan ini.

"Kemiskinan turun drastis, penduduk miskin berkurang hampir 9 juta," ucapnya.

Lanjut dia, pemerintahan SBY diwarisi 36 jutaan penduduk miskin dari pemerintahan Presiden Megawati.
Setelah sepuluh tahun memimpin, SBY mewariskan tinggal 27 jutaan penduduk miskin kepada pemerintahan Jokowi.

"Ada pengurangan sangat signifikan. Sedangkan 5 tahun era Jokowi memimpin, angkanya berkisar 24-26 juta. Hampir tidak ada pengurangan dari era SBY. Bahkan, setelah pandemi, di periode kedua, malah sempat naik lagi ke 28 juta, dan sekarang 26 juta," ungkapnya.

Begitu pula dengan pengangguran. Menurut Herzaky, 10 tahun pemerintahan SBY, pengangguran turun 3 jutaan.

Era Jokowi 5 tahun pertama, hanya turun 140 ribuan.

Bahkan, ketika pandemi, angka pengangguaran melonjak drastis.

Baca juga: PDIP Tolak Koalisi dengan Demokrat dan PKS di Pilpres 2024, Dibalas dengan Jawaban Menohok

"Karena itulah, kami, tentu akan memilih ber koalisi dengan sesama Parpol yang bakal mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat."

"Berupaya agar harga sembako terjangkau, harganya stabil, dan stok tersedia, kemiskinan berkurang drastis, dan pengangguran berkurang drastis. Parpol-parpol yang memperjuangkan perubahan dan perbaikan nasib rakyat di 2024-2029," kata dia.

Menurut dia, Demokrat merupakan partai terbuka untuk semua, mengayomi semua, berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Demokrat, lanjut dia, menghormati perbedaan, dan mengedepankan toleransi.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ada yang Enggan Koalisi dengan Partai Tertentu, Demokrat Singgung Soal Minyak Goreng dan Kemiskinan 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved