Kisah Haru Anak SD Chat Ibunya yang Sudah Meninggal, Beri Kabar Naik Kelas 'Di Surga Tak Ada HP Ya'
Bikin mewek ribuan netizen, kisah Novan bocah SD kirim pesan WA ke nomor ibunya yang sudah meninggal: 'Mama sedang ngapain? SD SMP SMA saya sendirian'
Penulis: Vega Dhini | Editor: Vega Dhini
TRIBUNBANTEN.COM - Kisah haru seorang anak SD mengirimkan pesan lewat WhatsApp kepada ibunya yang sudah meninggal viral di Twitter.
Kisah ini dibagikan oleh akun Twitter bernama @takseiman pada Kamis 23 Juni 2022 lalu.
Dalam cuitannya, akun @takseiman membagikan kisah sang adik yang bernama Novan yang kedapatan mengirim chat kepada sang ibu yang sudah meninggal dunia.
Isi chat Novan untuk mendiang ibunya cukup mengharukan hingga mendapatkan ribuan komentar.
Terlihat dari chat yang dibagikan sang kakak, Novan mengirim pesan ke nomor ibunya dan mengabari jika dirinya naik kelas.
Novan pun bercerita jika rapornya diambilkan oleh sang kakak.
Tak hanya itu, Novan juga menulis jika dirinya sudah bisa mandi sendiri.
"Saya sudah bisa mandi sendiri.
Sudah bisa makan sendiri, saya sudah menjadi anak hebat sepertinya saya pandai," tulis Novan.
Isi percakapan tersebut seolah-olah Novan benar-benar sedang berbicara dengan ibunya.
Kerinduan Novan terlihat pula saat dirinya menanyakan kabar sang ibu.
"Mama sedang ngapain?
Di surga tidak ada HP ya sepertinya. SD SMP SMA saya sendirian," lanjutnya.
Cuitan ini lantas mendapatkan respons yang beragam dari warganet yang ikut terharu dengan pesan yang dikirimkan Novan.
Baca juga: Viral di Media Sosial: Bernada Tinggi, Penumpang Minta Kapten Pesawat Super Air Jet Keluar Kokpit
Baca juga: Viral Poster Bungkus Night di Panti Pijat Jaksel Berujung Penangkapan, Siapa Mereka?
@fazahmd: "Nanti kalo udah lebih dewasa dan ngerti, setiap hari jumat setelah shalat subuh ke makam almh. mama nya ya, ungkapin semua cerita yang pengen kamu kasih tau ke mama. InsyaAllah mama nya denger"
@chanjoeck: "Novan si ganteng yg sholeh jangan lupa utk selalu mendoakan Ibumu yaa"
@Bellnad_: "Pinter banget si naaak maasyaa Allah besar nanti jadi anak Sholih ya nak,bahagiakan mamah di surga temenan nanti sama adik ku sama juga dia dari kelas 2 SD sudah yatim piatu sekarang sudah lulus sd mau mondok pesantren si ganteng"
@socioclla: "novannnn terharus banget bacanyaaa!! sehat teruss adekkkk, mama kamu pasti bangga bangettt punya anak laki-laki baik
@darkencloud_: "adekk novaann. peluukk kiss jauuhh buat kamuu :(("
Akun @takseiman juga membagikan isi pesan Novan yang dikirimkan untuk ayahnya yang sedang bekerja.
Novan memberi kabar jika dirinya mendapatkan nilai 100.
Saat sang ayah ingin memberi hadiah dengan mengajaknya jalan-jalan, Novan justru menolak dan hanya ingin dibelikan roti bakar.
Wati Menangis saat Pengumuman Kelulusan
Sebelumnya juga viral kisah Wati, siswi SD yang baru saja lulus namun tak tahu mau lanjut sekolah ke mana.
Saat pengumuman kelulusan SD, Wati duduk sendirian tanpa ditemani kedua orangtuanya.
Rupanya, Wati adalah seorang anak yatim piatu.
Raut kesedihan pun tak bisa disembunyikan Wati.
Kisah Wati ini viral di Facebook.
Baca juga: Viral di Media Sosial: Bernada Tinggi, Penumpang Minta Kapten Pesawat Super Air Jet Keluar Kokpit
Baca juga: Siswa Dilarang Konvoi dan Corat Coret Seragam Usai Lulus Ujian
Dilansir dari Kompas.com, Wati yang bernama lengkap Maria Merliwati Iba adalah siswsi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Fatke, Desa Kaubele, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Siswa berusia 12 tahun itu menangis dalam ruangan kelas. Orangtua siswa dan guru ikut sedih.
Momen Wati berada di ruang kelas itu diabadikan lewat foto oleh guru kelas V SDN Fatke Alfrits Koa.
Alfrits membagikan foto itu ke media sosial Facebook dengan penjelasan kondisi Wati.
Wati merupakan anak yatim piatu.
Ayahnya, Zakarias Sanaunu berpulang 10 tahun lalu.
Sementara sang ibu Antonika Lalian Tani meninggal pada 2018.
Wati menangis karena belum tahu melanjutkan sekolah ke mana.
Selama ini, ia dan dua saudaranya diasuh tantenya, Sikudina Kofan (56).
Namun, kondisi keuangan Sikudina tak cukup membiayai sekolah Wati karena pekerjaannya sebagai petani lahan kering hanya bisa memenuhi biaya hidup sehari-hari.
Suami Sikudina telah meninggal beberapa tahun lalu.
Kondisi itu membuat Wati bingung saat ditanya guru kelasnya ke mana akan melanjutkan sekolah setelah lulus SD.
Unggahan Alfrits itu pun viral di sejumlah media sosial dan mendapat tanggapan beragam dari sejumlah warganet dan warga yang siap membantu Wati.
Dikutip dair Kompas.com, Alfrits menceritakan, peristiwa itu terekam saat pengumuman kelulusan murid kelas VI pada Rabu (15/6/2022).
Semua di dalam ruangan ikut menangis, saat melihat Wati yang duduk sendirian sambil menangis," ujar Alfrits Koa, Kamis (16/6/2022).
Alfrits menyebut, Wati mendengar kelulusan bersama 11 murid kelas VI lainnya.
Para murid yang lain, datang bersama orangtua mereka.
Sedangkan Wati tidak ditemani tantenya, karena sedang mengikuti acara keluarga di pemakaman umum setempat.
"Jujur, secara pribadi saya sangat sedih sekali dengan situasi yang kami alami dalam ruangan kelas VI kemarin. Terlihat pada foto sangat jelas, ada anak yang didampingi orangtua, sedangkan adik kita ini (Wati) hanyalah seorang diri," ujar Alfrits.
"Terlintas dalam benak saya, apakah orangtuanya sedang sibuk sehingga tidak ada yang mendampinginya? Ketika ia ditanya oleh wali kelas mereka Pak Kanisius Nube, siapa yang mendampingi? Ia pun menjawab Bapak Ani yang dampingi," sambungnya.
Seiring berjalannya waktu kegiatan pengumuman, Wati pun mulai menunjukkan raut wajah yang sedih.
"Sampailah ketika mereka satu per satu ditanya akan lanjut ke sekolah manakah setelah mereka lulus di SDN Fatke? Murid pertama menjawab bersama orangtua dengan kompak di SMP," kata Alfrits.
"Sampailah ke adik kita Wati, tanpa menjawab, dia pun tertunduk sambil menguraikan air matanya," tambah Alfrits yang ikut sedih.
Jawaban Wati, seketika membuat seisi ruangan kelas yang semula penuh kegembiraan menjadi hening.
Semuanya langsung menangis, saat mengetahui Wati ternyata anak yatim piatu.
"Wati ini anak kedua. Kakaknya laki-laki sekarang kelas 3 SMP, sedangkan adik perempuannya kelas V. Mereka selama ini diasuh oleh tantenya yang adalah janda," kata Alfrits.
Bantuan untuk Wati
Unggahan Alfrits itu ditanggapi sebuah yayasan di bawah naungan para biarawati di Yogyakarta. Pengurus yayasan itu menghubungi tante Wati.
"Tadi kami sudah dihubungi oleh suster dari Yayasan di Yogyakarta," ungkap Sikudina Kofan (56).
Menurut Sikudina, setelah berembuk dengan keluarga besarnya, mereka pun sepakat mengirim Wati ke yayasan tersebut.
Pihak yayasan, lanjut Sikudina, akan menanggung biaya pendidikan Wati hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Sikudina pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah memperhatikan Wati, terutama guru Alfrits Koa yang telah mengunggah foto Wati ke media sosial sehingga menjadi atensi banyak pihak.
Cita-cita menjadi guru
Sementara itu, Wati yang dihubungi Kompas.com secara terpisah, mengaku sangat gembira dengan hal itu.
"Saya berterima kasih kepada para suster yang mau membantu saya. Terima kasih juga untuk semua guru saya," kata Wati.
Wati pun bercita-cita ingin menjadi guru setelah lulus sekolah nanti.
"Saya ingin membantu adik saya dan mama besar (tantenya) saya jika nanti saya sudah kerja," kata Wati.
Wati berharap, semuanya berjalan lancar, sehingga keinginannya bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi bisa terwujud.
(*)
Sebagian artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Siswi SD Menangis Ditanya Guru Mau Lanjutkan Sekolah ke Mana, Ternyata Yatim Piatu, Semua Ikut Sedih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/viral-bocah-SD-mengirim-chat-WA-ke-nomor-ibunya-yang-sudah-meninggal-dunia.jpg)