Breaking News:

Soal Polusi di Bintaro dan Serpong Disebut Sangat Tidak Sehat, DLH Kota Tangsel Justru Ragu

Soal Polusi di Bintaro dan Serpong Disebut Sangat Tidak Sehat, DLH Kota Tangsel Justru Ragu

Editor: Ahmad Haris
Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Kantor DLH Kota Tangerang Selatan di Jalan Raya Serpong Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ragu jika polusi udara di wilayah Bintaro dan Serpong tidak sehat.

Hal itu diungkapkan oleh Teknik Penyehatan Lingkungan Muda DLH Kota Tangsel, Laily Khoirilla.

Laily mengungkapkan hal itu, menanggapi sebuah aplikasi ukur kualitas udara bernama Nafas, yang sempat mengukur kualitas udara Serpong dan Bintaro, masuk dalam kategori sangat tidak sehat (Serpong 221 AQI dan Bintaro 201 AQI ) pada 24 Juni lalu.

Baca juga: Timbulkan Polusi Udara, Warga Kibin Kabupaten Serang Protes Datangi PT Lucki One

Hasil tersebut sempat membuat kaget, karena lingkungan Serpong dan Bintaro bukanlah wilayah industri.

"Mungkin yang perlu diklarifikasi, pertama terkait website ini adalah kami tidak tahu posisi alatnya di mana, jenis alatnya seperti apa, sudah terkalibrasi (terverifikasi) atau belum, metodenya seperti apa kami tidak tahu," ujar Laily Khoirilla, mengutip Warta Kota, Senin (27/6/2022).

"Karena berdasarkan peraturan, yang diakui adalah peralatan yang sesuai standar SNI, yang sudah terkalibrasi, juga sudah ada proses pemeliharaan dan ada analisanya," sambungnya.

DLH sendiri tak bisa membenarkan hasil dari Nafas.

Apalagi pihat terkait tidak ada koordinasi dengan pihak DLH.

"Kami tidak mengetahui posisi alatnya di mana, pengukurannya bagaimana, sudah terkalibrasi atau tidak, itu sih intinya," katanya.

Laily mengatakan, perhitungan kualitas udara tidak bisa langsung dari alat yang tidak diketahui.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved