Breaking News:

Riuh soal Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp 3,7 Juta, KLHK Bilang Begini

Beredar kabar bahwa tiket masuk Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dipatok sebesar Rp 3,7 juta, mulai 1 Agustus 2022.

Editor: Ahmad Haris
Tangkap layar Instagram @widianaadhi & @kompas.travel
Taman Nasinal Komodo. Beredar kabar bahwa harga tiket masuk ke kawasan itu seharga Rp 3,75 juta. KLHK pun buka suara. 

TRIBUNBANTEN.COM - Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar bahwa tiket masuk Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur ( NTT) akan dipatok sebesar Rp 3,7 juta, mulai 1 Agustus 2022.

Informasi itu menyebar di media sosial Twitter ini pada Rabu (29/6/2022) pagi.

"Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp. 3,75 Juta per 1 Agustus," twit warganet tersebut.

Mengutip Kompas.com, kabar serupa juga beredar melalui pesan WhatsApp, yang berisi protes terhadap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca juga: Taman Nasional Komodo vs Proyek Jurassic Park, Viral Foto Komodo Hadang Laju Truk

"Kami sangat terkejut dengan keputusan baru yang dikeluarkan Kementrian LHK dan Pemprov NTT. Tanpa sosialisasi kepada masyarakat kebijakan baru langsung diterapkan Agustus 2022. Tiket masuk Pulau Padar dan Loh Liang sangat, sangat, sangat mahal. Betapa tidak. Tiket ke Padar Rp 3.700.000, demikian juga tiket ke Loh Liang. Berapa banyak wisatawan yang bisa membeli tiket super mahal tsb?" tulis pesan yang beredar.

Sebagai informasi, Pulau Padar dan Loh Liang merupakan tempat wisata yang terletak di kawasan konservasi Taman Nasional Komodo.

Lantas, benarkah kabar tersebut?

Penjelasan KLHK

Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi KLHK Nandang Prihadi mengatakan, tarif masuk Taman Nasional Komodo merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014.

"Tarif masuk ke TN Komodo yang dipungut oleh Balai TN Komodo (UPT KLHK) itu namanya PNBP. Dan PNBP itu ada dasarnya yaitu untuk saat ini diatur dalam PP 12 Tahun 2014," ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

Nandang mengungkapkan, saat ini banyak wisatawan Taman Nasional Komodo yang menggunakan travel agent.

Pelayanan yang diberikan travel agent tersebut, seperti kapal, makanan, kualitas guide, dan sebagainya, menurut Nandang pasti akan mempengaruhi besaran tarif.

Hal ini, menurutnya, kerap kali menyebabkan kesalahpahaman bahwa harga yang dibayar ke travel agent adalah harga yang dibayar pengunjung ke Taman Nasional Komodo.

"Padahal jelas ini bukan dari Balai TN Komodo atau dari KLHK karena kalau PNBP tetap, untuk saat ini sesuai PP 12 Tahun 2014," tutur Nandang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved