Breaking News:

Apa Itu Haji Furoda? Sedang Ramai Diperbincangkan Setelah 46 Jemaah Haji Indonesia Dideportasi

Buntut dari banyaknya jemaah haji Indonesia yang dideportasi dari Arab Saudi menyebabkan haji Furoda menjadi topik pembicaraan saat ini.

Editor: Anisa Nurhaliza
Grafis Tribunnews
Sebanyak 46 WNI yang sudah siap berhaji, terpaksa harus dideportasi dari Arab Saudi. Padahal, sejatinya mereka sudah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Buntut dari banyaknya jemaah haji Indonesia yang di deportasi dari Arab Saudi menyebabkan haji Furoda menjadi topik pembicaraan saat ini.

Berikut ini penjelasan tentang Haji Furoda yang ramai dibicarakan setelah 46 jemaah haji asal Indonesia di deportasi dari Arab Saudi.

Sebagai informasi, Haji Furoda merupakan program perjalanan haji yang tak memanfaatkn kuota haji reguler dari Pemerintah Indonesia.

Lebih mudahnya, Haji Furoda merupakan calon jemaah haji mandiri.

Sehingga dapat dikatakan bahwa haji Furoda merupakan pelaksanaan ibadah haji yang tak harus menunggu antrean.

Sebab, pelaksanaan haji furoda tak masuk ke dalam pelaksanaan haji reguler maupun khusus.

Yang mana, calon jemaah haji itu berangkat dengan menggunakan visa undangan langsung dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Baca juga: Mengenal Haji Furoda: Pergi Haji Tanpa Visa Resmi, Bayar Rp 300 Juta Berujung Gagal Berangkat

Baca juga: Kepergok Pakai Visa Palsu, 46 WNI Jemaah Haji Dideportasi & Terancam Denda Rp40 Juta, Kemenag: Apes

Umumnya, calon jemaah haji harus menunggu kurang lebih selama 15 tahun karena visa (mujamalah) langsung dikeluarkan oleh setiap kedutaan negara, namun untuk haji Furoda tak perlu menunggu antrean.

Ibadah Haji menggunakan Visa Mujamalah adalah resmi dan diakui oleh negara Republik Indonesia dan telah masuk ke dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019.

Program haji ini legal, namun di luar kuota haji Pemerintah Indonesia. Sehingga tidak termasuk ke dalam pelaksanaan haji reguler maupun haji khusus

Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya.
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. (Kementerian Media Saudi/AFP)

Haji furoda memperoleh visa resmi dari pemerintah Arab Saudi, ini menjamin ibadah haji tidak akan terkendala.

Haji furoda dapat dilaksanakan pada tahun yang sama ketika menerima visa dari pemerintah Arab Saudi.

Namun wajib diperhatikan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019, warga negara Indonesia yang melaksanakan haji dengan visa haji mujamalah harus berangkat melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau dikenal dengan perusahaan travel yang telah terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Haji Furoda Adalah Apa? Viral Setelah 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dideportasi dari Jeddah,

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved