Breaking News:

Solusi Al Muktabar Atasi Pengangguran di Banten: Dorong Ekonomi Digital hingga Undang Investor

Solusi dari Al Muktabar untuk menekan angka pengangguran di Provinsi Banten. Banten menempati urutan pertama provinsi dengan tingkat pengangguran

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Pj Gubernur Banten Al Muktabar saat memberikan pernyataan kepada awak media. Al Muktabar memberikan solusi mengurangi angka pengangguran di Banten 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Banten menempati urutan pertama provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia.

Banten menempati TPT tertinggi dengan 8,53 persen. Angka ini menurun dibandingkan Februari 2021, di mana mencapai 9,01 persen. Namun, masih tinggi dibandingkan Februari 2022 sebesar 7,99 persen.

Banten naik satu peringkat dibandingkan tahun lalu yang masih beradaa di urutan kedua provinsi dengan TPT tertinggi setelah Kepulauan Riau

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten mencatat jumlah perusahaan di Banten menurun.

Semula ada 31.000 perusahaan, pada tahun 2022 menjadi 28.000 perusahaan atau turun sekitar 3000 perusahaan.

Baca juga: Ikatan Sarjana NU Kota Serang Gelar Raker, Program Unggulan Atasi Pengangguran

Penurunan jumlah perusahaan di Banten terjadi akibat dari beberapa faktor. Di antaranya karena dampak adanya pandemi Covid-19 dan juga relokasi tempat usaha.

Di mana sejumlah perusahaan melakukan relokasi atau pindah lokasi ke tempat yang UMK nya lebih rendah dari daerah yang ada di Banten.

Akibatnya sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan atau bahkan ribuan karyawan.

Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, berupaya agar perusahaan di Banten tetap beroperasi.

"Pertama kami terus melakukan komunikasi agar pengusaha, dapat berkenan melanjutkan usahanya di Provinsi Banten," ujarnya saat ditemui di DPRD Banten, Selasa (5/7/2022).

Menurut dia, komunikasi dengan pihak pengusaha tetap dilakukan dengan harapan mereka dapat melanjutkan usahanya di Banten.

"Supaya mereka dapat survive dalam agenda usahanya, dan kita terus memandu itu," terang

Dikatakan Al Muktabar bahwa pihaknya juga terus mengundang investor untuk berinvestasi di Banten.

Baik itu dari pihak asing maupun penanaman modal dalam negeri.

Diakuinya bahwa investasi asing sampai saat ini cukup berkembang di Provinsi Banten.

Baca juga: Pemuda Desa ini Sering Dikira Pengangguran, Ternyata Kelola Puluhan Server di Berbagai Negara!

Al Muktabar berharap bahwa upaya itu, sebagai cara untuk menanggulangi angka pengangguran di Banten.

"Termasuk juga kita mendorong agar bagaimana ekonomi digital itu bergerak. Sehingga nilai tambah dari proses itu bisa kita dapatkan," katanya.

"Memang angka pengangguran dapat tercatat, tetapi ukuran tingkat kemiskinan kita menurut, berarti ada satu kegiatan ekonomi yang jalan di sana," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved