Di KTT G20 di Bali, Menlu China Wang Yi Sebut Persahabat Beijing dan Rusia Sangat Erat

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyebutkan bahwa persahabatan Beijing dengan sangat erat di KTT G20 di Bali

Editor: Abdul Rosid
Unair
Wang Yi menyampaikan bahwa pemerintah China akan mendukung semua upaya kondusif untuk penyelesaian damai krisis Ukraina. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyebutkan bahwa persahabatan Beijing dengan sangat erat.

Menurut Wang Yi, pihaknya tidak mempermasalahkan semua kritikan yang datang ke China akibat menunjukkan persahabatannya yang erat dengan Rusia.

Meskipun negara-negara Barat telah menjatuhkan sanksi kepada Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Baca juga: Rudal Yars Berjangkauan 7.500 Mil akan Diuji Coba Rusia, Mampu Serang Seluruh Negara di Eropa-AS

Melansir dari Reuters, Wang Yi mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Kamis (7/7/2022), di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wang Yi menyampaikan bahwa pemerintah China akan mendukung semua upaya kondusif untuk penyelesaian damai krisis Ukraina.

Menurutnya, kedua negara mengesampingkan segala gangguan, serta telah menunjukkan hubungan dengan ketahanan dan tekad strategis yang kuat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akan hadir di KTT G20 di Bali dan akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Wang Yi pada Sabtu (9/7/2022) besok.

Namun Blinken dikabarkan menghindari pertemuan langsung dengan Levrov, walaupun ini pertama kalinya mereka berhadapan langsung sejak meletusnya perang di Ukraina.

Blinken terakhir kali bertemu Lavrov pada Januari lalu di Jenewa, Swiss, saat AS memperingatkan Rusia mengenai konsekuensi besar jika Moskow melancarkan serangan ke Ukraina.

AS berpendapat, setelah invasinya ke Ukraina, Rusia seharusnya tidak menjadi bagian dari anggota forum internasional.

Baca juga: Eropa-AS Ingin Kalahkan Rusia di Medan Perang, Presiden Vladimir Putin Persilakan Mereka Mencobanya

AS dan pihak Barat dilaporkan akan menggunakan pertemuan Menteri Luar Negeri anggota G20 di Bali, untuk melobi India dan China agar menarik diri dari Moskow.

Namun China telah menolak untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina, sehingga negara ini sempat dituduh telah memberikan perlindungan diplomatik untuk Kremlin.

Sementara Pemimpin Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping pada akhir Februari lalu mengadakan pertemuan dan meluncurkan perjanjian persahabatan 'tanpa batas', beberapa jam sebelum keduanya menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin.

Bahkan bulan lalu Xi Jinping menyampaikan melalui panggilan telepon kepada Putin, China akan mendukung kedaulatan dan keamanan Rusia.

Ini membuat AS dengan cepat mempertimbangkan untuk mengutuk China karena memiliki hubungan dekat dengan Moskow walupun sebelumnya mengklaim akan bersikap netral.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wang Yi Tegaskan China Mendukung Penyelesaian Damai Konflik Rusia-Ukraina

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved