Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen Menerapkan Fleksibilitas, Bisa Dihentikan Sementara

Apabila ditemukan kasus positif lebih dari 5 persen dan terjadi klaster penularan, PTM dapat dihentikan sementara

Surya.co.id/ Hayu Yudha Prabowo
Anak-anak sekolah pakai masker demi cegah penularan virus corona. Beberapa sekolah di Jakarta, Tangerang, Malang, dan Bogor, sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. 

TRIBUNBANTEN.COM - Beberapa sekolah di Jakarta, Tangerang, Malang, dan Bogor, sudah menerapkan pembelajaran tatap muka ( PTM) 100 persen.

PTM bisa digelar dengan tetap memperhatikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) masing-masing daerah.

Selain itu, juga capaian vaksinasi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan lansia.

Namun, program ini tetap mengutamakan fleksibilitas dalam penerapannya.

Apa sajakah itu?

Baca juga: Catat Promo Gramedia Sahabat Sekolah sampai 31 Juli 2022! Produk-produk Gadget Diskon hingga 40%

PTM 100 Persen'> PTM 100 Persen Bisa Dihentikan

Apabila ditemukan kasus positif lebih dari 5 persen dan terjadi klaster penularan, PTM dapat dihentikan sementara, sekurang-kurangnya dalam kurun waktu 10x24 jam.

Namun, jika telah dilakukan surveilans, ditetapkan tidak termasuk klaster penularan, dan angka terkonfirmasi positif di bawah 5 persen, PTM hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi, atau kontak erat Covid-19 selama 5x24 jam.

Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk pencegahan Covid-19.
Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk pencegahan Covid-19. PTM bisa digelar dengan tetap memperhatikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masing-masing daerah. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Masyarakat Indonesia diimbau untuk tetap selalu disiplin masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak bukan hanya tentang menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga keluarga, serta orang-orang di sekitar.

Kegiatan Ekstrakurikuler, Olahraga, dan Kantin

Aktivitas pembelajaran tatap muka seperti kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga dapat dilakukan di ruang terbuka atau luar ruangan.

Kantin kembali dibuka dengan kapasitas pengunjung masksimal 75 persen, khusus untuk PPKM Level 1, 2, 3, serta 50 persen bagi PPKM Level 4.

Pengelolaan kantin wajib dilaksanakan sesuai dengan kriteria kantin sehat, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pedagang makanan di luar pagar, wajib dikoordinasikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat, dan diperbolehkan berdagang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan PPKM.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved