Breaking News:

Paxlovid Dapat Izin Darurat Sebagai Obat Covid-19, Bagaimana Cara Kerja dan Khasiatnya?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk Paxlovid.

Editor: Glery Lazuardi
freepik
Ilustrasi Covid-19. Paxlovid mendapatkan izin darurat sebagai obat Covid-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk Paxlovid. 

Perusahaan farmasi juga menyelidiki antibodi monoklonal, yang mengikat antigen spesifik dan memerintahkan sistem kekebalan untuk menghancurkan virus.

Terapi antibodi monoklonal dari Eli Lilly, Regeneron, dan GlaxoSmithKline telah diberikan izin peraturan AS untuk pengobatan Covid-19.

Namun, FDA mencabut izin Lilly untuk penggunaan monoterapi bamlanivimab—salah satu antibodi dalam koktail dengan etesevimab—karena tidak efektif terhadap varian SARS-CoV-2 yang muncul.

Meski perawatan antibodi ketiga perusahaan telah menunjukkan kemanjuran yang baik, mereka memerlukan pemberian intravena (injeksi atau virus) satu kali, yang berarti pil antivirus Pfizer atau Merck yang dapat diminum di rumah, secara signifikan lebih nyaman.

Siapa yang bisa mendapatkan Paxlovid?

Pada awal November, dan sebelum persetujuan obat, Inggris sudah memesan 250.000 paket Paxlovid.

AS juga memiliki rencana untuk mengamankan pasokan yang besar.

Pemerintahan Biden dilaporkan akan membeli 10 juta paket pil.

Pfizer mengatakan telah menandatangani perjanjian pembelian di muka dengan beberapa negara, termasuk Israel.

Sementara negara-negara kaya berlomba mengambil pasokan obat Covid-19 ini, muncul kekhawatiran bahwa negara-negara miskin akan tertinggal seperti halnya dengan vaksin virus corona.

Baca juga: Ribuan Perusahaan Bangkrut karena Pandemi Covid-19, Kepala Disnakertrans Banten: PHK Tidak Haram!

Dalam upaya untuk memperluas akses global ke Paxlovid, Pfizer telah menandatangani perjanjian dengan Medicines Patent Pool (MPP) yang didukung PBB.

Perjanjian itu memungkinkan produsen generik menyediakan salinan obat ke 95 negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Pfizer mengatakan terapi akan ditawarkan melalui model penetapan harga berjenjang.

Artinya, negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas membayar lebih dari negara-negara berpenghasilan rendah, yang akan dikenakan biaya nirlaba.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved