Breaking News:

Singapura Usir Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa: Hanya Diberi Waktu 15 Hari

Pemerintah Singapura mengusir Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. Gotabaya Rajapaksa hanya dibiarkan berada di Singapura selama 15 hari.

Editor: Glery Lazuardi
(GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
Dua bersaudara di masa yang lebih cerah (2018): Mahinda (kiri) dan Gotabaya Rajapaksa keduanya pernah menjabat sebagai presiden Sri Lanka. Pemerintah Singapura mengusir Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. Gotabaya Rajapaksa hanya dibiarkan berada di Singapura selama 15 hari. Izin tinggal Gotabayaa Rajapaksa di Singapura selama 15 hari itu tidak dapat diperpanjang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Singapura mengusir Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa.

Gotabaya Rajapaksa hanya dibiarkan berada di Singapura selama 15 hari.

Izin tinggal Gotabayaa Rajapaksa di Singapura selama 15 hari itu tidak dapat diperpanjang.

Baca juga: Tinggalkan Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa Melarikan Diri ke Dekat Indonesia, Hanya Berjarak 35 Km

Seperti dilansir dari News18.com, sumber-sumber, otoritas di Singapura telah memberi tahu Rajapaksa hanya memiliki izin untuk tinggal selama 15 hari.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura mengatakan Rajapaksa telah "diizinkan masuk ke Singapura dalam kunjungan pribadi".

Menurut juru bicara tersebut, Rajapaksa "tidak meminta suaka dan dia juga tidak diberikan suaka". Ditambahkan, Singapura tidak memberikan suaka.

Untuk diketahui, Rajapaksa bersama istri dan pengawalnya sempat pergi dari Sri Lanka menuju ke Maladewa sebelum akhirnya pindah ke Singapura.

Sebelumnya diberitakan bahwa Rajapaksa akan menuju Jeddah, Arab Saudi setelah singgah di Singapura.

Sumber mengkonfirmasi kepada CNN-News 18 bahwa dia juga telah mendekati India, tetapi pemerintah India telah menolak permintaannya.

Baca juga: Istana Presiden Sri Lanka Diduduki Massa, Rajapaksa Diam-diam Kabur Pakai Pesawat Militer

Menurut sumber tersebut, India tidak ingin terlihat melawan rakyat Sri Lanka.

Pada pekan lalu, Rajapaksa telah mengumumkan tentang keputusannya untuk mundur pada 13 Juli, setelah ribuan pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved