Breaking News:

Manfaatkan Teknologi Co-firing dan Masifkan Pembangkit EBT, PLN Siap Pensiunkan PLTU

Dengan co-firing biomassa PLN bisa mendapatkan energi bersih dengan peningkatan biaya yang minimal.

dokumentasi PLN
PLN menguatkan komitmennya dalam transisi energi bersih di Indonesia. Satu di antaranya dengan mengintensifkan subtitusi batu para pada pembangkut listrik tenaga uap (PLTU) ke biomassa. 

Darmawan juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam rantai pasok co-firing biomassa.

Keterlibatan masyarakat dalam pembuatan hutan energi serta pengelolaan sampah rumah tangga menjadi biomassa bisa menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Kebutuhannya sangat besar, 450 ribu ton tahun ini dan 2,2 juta ton di tahun depan. Harapannya, semua itu bisa disediakan rakyat dan dampaknya akan kembali kepada rakyat," katanya.

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan Wiluyo Kusdwiharto mengatakan mayoritas penggunaan biomassa saat ini masih dipasok dari limbah.

Baca juga: Rencana PLN Mempensiunkan PLTU Didukung Pemerintah, Mempercepat Transisi Energi

Yakni dari serbuk gergaji, tandan kosong sawit, sekam padi, dan sampah.

PLN perlu mengembangkan pasokan biomassa yang lebih sustain dengan penanaman hutan tanaman energi.

“Kita perlu membangun rantai pasok yang terintegrasi. Mulai dari unit-unit di daerah, anak perusahaan, hingga masyarakat. Mulai dari penanaman hutan, pengangkutan, hingga pemanfaatan dalam PLTU-nya,” ujar Wiluyo.

Dia menganggap program co-firing biomassa adalah smart choice karena mampu meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memanfaatkan aset pembangkit yang dimiliki PLTU.

Program ini ditargetkan menyumbang 3,5 persen bauran EBT dengan memanfaatkan 10,2 juta ton biomassa untuk 52 PLTU batu bara pada 2025.

PLN telah melakukan uji coba co-firing di 47 PLTU.

Baca juga: Tunjukkan Komitmen, PLN Ajak Kolaborasi Negara G20 demi Mencapai Target Carbon Neutral pada 2060

Sampai pertengahan Juni 2022 sudah ada 32 PLTU yang menggunakan biomassa dan ditargetkan mencapai 35 PLTU di akhir tahun.

Langkah tersebut akan menghabiskan 540 ribu ton biomassa dan mengurangi emisi karbon sebesar 529 ribu ton.

Menurut Wiluyo, dalam menjaga keberlanjutan pasokan, pihaknya telah mengembangkan pilot plan di beberapa daerah.

Melalui pendampingan, perencanaan, pengelolaan, hingga komersialisasi.

"Ini merupakan program kerakyatan yang akan memberikan multiplier effect pada daerah melalui peran serta masyarakat,” ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved