Breaking News:

Terima dan Lepas Ratusan Mahasiswa UIN SMH Banten untuk Kuliah Kerja Nyata, Ini Pesan Wabup Serang

Kukerta UIN SMH Banten diikuti 188 mahasiswa yang akan diterjunkan ke empat kecamatan di Kabupaten Serang.

dokumentasi Diskominfosatik Kabupaten Serang
Wabup Serang Pandji Tirtayasa meminta mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten membuat tiga program di tengah-tengah masyarakat. 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Wabup Serang Pandji Tirtayasa meminta mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten membuat tiga program di tengah-tengah masyarakat.

Tiga program itu adalah educate (mendidik), entertain (menghibur), dan explain (menjelaskan).

Selain itu, pelaksanaan program yang telah dirancang harus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

"Mahasiswa harus senantiasa melakukan konsultasi dan koordinasi secara intensif dengan dosen pembimbing lapangan," ujarnya.

Baca juga: Festival Silat Kaserangan, Ratusan Anak, Pelajar, dan Dewasa Peragakan Gerakan di Pantai Florida

Pesan Pandji disampaikan saat menerima dan melepas kuliah kerja nyata (kukerta) mahasiswa UIN SMH Banten di lapangan tenis indoor Setda Kabupaten Serang, Senin (18/7/2022).

Kukerta UIN SMH Banten diikuti 188 mahasiswa yang akan diterjunkan ke empat kecamatan di Kabupaten Serang.

Yaitu 130 mahasiswa di Kecamatan Tunjung Teja, 15 orang di Kecamatan Pontang, 15 orang di Kecamatan Tirtayasa, dan 28 mahasiswa di Kecamatan Mancak.

Penerimaan dan pelepasan mahasiswa dihadiri Rektor UIN SMH Banten, ketua LPNM UIN SMH Banten, dan para dosen DPL UIN SMH Banten.

Pandji mengatakan edukasi adalah program yang bisa mendidik masyarakat, menambah pengetahuan dan keterampilan baru.

Program kedua, entertain adalah yang bisa menghibur masyarakat.

Adapun program ketiga, yaitu explain yang bisa menjelaskan dengan baik sesuatu yang baru yang mahasiswa bawa dan akan dikolaborasikan.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Untirta Dilepas KKM, Bupati Serang Minta Fokus Pada 3 Bidang

Menurut Pandji, mahasiswa sebagai agen pembaharuan harus mampu memposisikan dan menyesuaikan diri dengan masyarakat selama mengikuti kukerta.

Mahasiswa dapat berperan sebagai pemberi informasi, motivator, penghubung antar-sistem atau fasilitator. 

“Peran ini tidak mudah, karena permasalahan di masyarakat sangat kompleks dan beragam sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)," ucapnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved