Breaking News:

Tim Saber Pungli Kota Serang Resmi Dibentuk, Oknum Pegawai 'Nakal' Langsung Ditindak

Wali Kota Serang, Syafrudin, membentuk tim sapu bersih (Saber) pungutan liar (Pungli). Tim Saber Pungli Kota Serang itu terdiri dari berbagai unsur

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Mildaniati
Wali Kota Serang Syafrudin 

TRIBUNBANTEN.COM - Wali Kota Serang, Syafrudin, membentuk tim sapu bersih (Saber) pungutan liar (Pungli).

Tim Saber Pungli Kota Serang itu terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan Agung, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Nantinya, Tim Saber Pungli Kota Serang akan menjaring oknum ASN dan pegawai serta lainnya yang melakukan pelanggaran hukum

"Ini tindak lanjut dari Peraturan Presiden tahun 2016 dilanjutkan keputusan wali kota," ujar Wali Kota Serang, Syafrudin, saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Serang, pada Rabu 20 Juli 2022.

Baca juga: Pengamen di Serang Nyambi Jual Sabu, Ngakunya Biar Pede saat Bernyanyi

Menurut dia, tahun kemarin juga sudah ada putusan walikota kaitannya dengan sapu bersih pungutan liar.

Selanjutnya, keputusan Walikota ini ditindaklanjuti dan dibentuklah satuan tugas (Satgas) yang terdiri dari beberapa unsur dari TNI, Polri, Kejaksaan dan ASN.

"Sebenarnya pungli di kota Serang tidak marak," katanya.

Biasanya, indikasi rawan pungli terjadi di pencatatan Sipil, pasar, perparkiran, perizinan dan sebagainya.

"Beberapa di antaranya pungli ini ada terutama di kalangan capil kemudian sektor-sektor lain, kemudian perparkiran dan juga di perizinan," tuturnya.

Pihak pemkot mengaku sudah membuat mall pelayanan publik satu pintu untuk meminimalisir terjadinya pungli.

"Kami membuat mall pelayanan publik satu pintu, di sana supaya mudah dipantau," terangnya.

Dia mengaku apresiasi adanya kegiatan sosialisasi agar disampaikan kepada masyarakat luas kaitannya dengan terbentuknya Satgas sapu bersih pungli untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.

Adapun kiat untuk mengatasi sapu bersih pungli, di antaranya harus meninjau terlebih dahulu ke lapangan yang harus ditindak secara persuasif.

Baca juga: Oknum Kepala Desa di Serang Didakwa Korupsi Dana Desa Rp 546 Juta, Uangnya Masuk Kocek Pribadi

Dia meminta agar terduga pungli jangan langsung ditangkap, melainkan perlu dilakukan survey terlebih dahulu.

"Jangan langsung ditangkap, dilihat dulu, disurvei dulu kalau sudah benar-benar melakukan pelanggaran baru kita tindak," tuturnya.

Untuk penerapan sangsinya ada di Satgas.

Baca juga: Eks Kadisdik Banten Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Diduga Korupsi Pengadaan Komputer UNBK

Selanjutnya, jika kedapatan ASN yang melakukan pungli, maka pihaknya mengaku akan berikan sanksi.

"Apalagi kalau ASN nanti sanksinya ada tindakan dari pemerintah kota Serang," jelasnya.

"Tahun-tahun kemarin juga ada yang ngurus KTP diminta di Lurah itu juga termasuk pungli, mangkannya dengan adanya sosialisasi ini semua unsur pelayanan yang ada di Kota Serang di tingkat Kelurahan maupun OPD mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti dan punya komitmen bersama menghilangkan pungli di Kota Serang," pintanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved