Breaking News:

PTM di Kabupaten Serang Mulai 18 Juli, Pelajar Diminta Tetap Pakai Masker saat di Ruang Kelas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi, meminta para pelajar mematuhi protokol kesehatan selama melakukan PTM di sekolah

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com / Desi Purnamasari
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi, meminta para pelajar mematuhi protokol kesehatan selama melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang menggelar PTM di sekolah mulai Senin 18 Juli 2022.

"Sampai saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir dan di beberapa daerah terjadi peningkatan kasus," ujarnya, saat ditemui di kantor Kejaksaan Negeri Serang, pada Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Kota Serang Siap Terapkan PTM 100 Persen

Upaya mematuhi protokol kesehatan, kata dia, dilakukan untuk mencegah terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Sehingga meminta kepada pihak penyelenggara PTM untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap unsur pendidikan.

Supaya tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pendidikan.

Selain itu, dalam proses pelaksanaan PTM, Agus juga mengimbau kepada pelajar dan pengajar agar tetap menggunakan masker ketika di dalam ruangan.

"Kewajiban menggunakan masker di dalam ruangan tidak dicabut, jadi tetap diberlakukan," ucapnya.

Diakuinya, untuk kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Serang sedikit mengalami peningkatan.

Setiap harinya, kata Agus, ditemukan kasus-kasus positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Serang.

"Dari beberapa sumber pemeriksa, ditemukan 2-3 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 setiap harinya," ungkapnya.

Disampaikannya bahwa kasus itu ditemukan hasil pemeriksaan dari beberapa tenaga kesehatan.

Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Serang Prediksi PTM 100 Persen Bisa Dimulai Usai Ujian Sekolah

Di mana tidak hanya dilakukan oleh tenaga Kesehatan pemerintah, tapi juga dilakukan oleh beberapa laboratorium.

Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara mandiri, baik itu tes PCR maupun rapid antigen.

“Mereka melakukan pencatatan pelaporan, dan itu masuk ke sistem informasi NAR atau New All Record," katanya.

"Sehingga kami bisa membaca berapa banyak masyarakat Kabupaten Serang yang melaksanakan tes dan dinyatakan positif atau negatif,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved