Breaking News:

Waspada! Terjadi Pergeseran Pola Rekrutmen Teroris, Kini Perempuan Jadi Pelaku Tak Lagi Korban

Perempuan telah menjadi pelaku dan pendukung aksi terorisme. Berubah dari sebelumnya yang hanya sebatas korban.

Editor: Glery Lazuardi
Capture YouTube Kompas TV
Foto terduga teroris yang diduga wanita sebelum tewas ditembak saat melakukan penyerangan di Mabes Polri, Kamis (31/1/2021) 

TRIBUNNEWS.COM - Perempuan telah menjadi pelaku dan pendukung aksi terorisme. Berubah dari sebelumnya yang hanya sebatas korban.

Hal itu diungkap oleh CEO Educational Initiatives Nouf Abdullah.

Baca juga: Aksi Terduga Teroris ZA: Lone Wolf Saat Serang Mabes Polri, Tinggalkan Surat Wasiat untuk Keluarga

Dia menjelaskan, perempuan menjadi kelompok yang rentan dalam ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Menurut dia, kelompok ekstremis menggunakan berbagai cara termasuk memanfaatkan media sosial dan platform online lain meradikalisasi masyarakat termasuk perempuan.

“Kami berusaha mendukung peran perempuan di seluruh dunia," kata CEO Educational Initiatives Nouf Abdullah, dalam keterangannya, pada Jumat (22/7/2022).

Pada Maret 2021, Indonesia dikejutkan aksi pelaku teroris berinisial ZA, seorang mahasiswa dropout berusia 25 tahun.

ZA melempar tembakan sebanyak enam kali di komplek Mabes Polri sebelum akhirnya dilumpuhkan. ZA merupakan lone wolf yang berideologi ISIS.

Untuk menghadapi tantangan global, kata Nouf Abdullah, perempuan harus dibekali kepemimpinan strategis dalam mengelola dan mengatasi tantangan global, termasuk ekstremisme berbasis kekerasan.

Untuk itu, dia berharap dapat mencetak pemimpin perempuan yang handal tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran perempuan dan lingkungannya terhadap paham ekstremisme.

Baca juga: Napi Teroris Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Menyatakan Ikrar Setia kepada NKRI

Untuk mendorong peran perempuan Indonesia dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerja sama internasional dengan Educational Initiatives yang berbasis di Arab Saudi

Pembicaraan kerja sama berlangsung di Jakarta, Kamis (21/7/2022) antara Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, MH dengan  Nouf Abdullah Al-Rakan selaku CEO dari Educational Initiatives.

Menurut Boy Rafli perempuan memiliki peran vital untuk turut memberantas ekstremisme yang terjadi di lingkungannya. Caranya dengan ikut mengembangkan  moderasi beragama.

Penguatan peran perempuan ini akan direalisasikan melalui pelatihan kepemimpinan perempuan Indonesia yang akan dikerjasamakan dengan Educational Initiatives yang berbasis di Arab Saudi.

“Kerja sama ini bagian dari penguatan kerja sama internasional, khususnya dalam counter terrorism dan juga khusus untuk program leadership, program untuk perempuan-perempuan muda Indonesia,” kata Boy Rafli Amar.

Baca juga: Mahasiswi di Malang Aktif Galang Dana untuk ISIS, Dana Digunakan untuk Bantu Kegiatan Teroris

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved