Breaking News:

Buntut Pimpinannya Jadi Tersangka, Kantor ACT Serang Raya Sudah Hampir 3 Minggu Tidak Beroperasi

Kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) Serang Raya dikabarkan tutup dan tidak beroperasi, buntut pimpinan ACT ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Kantor Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Serang Raya dikabarkan tutup dan tidak beroperasi. Hal itu buntut dari ditetapkannya 4 pimpinan ACT pusat sebagai tersangka. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kantor Yayasan Aksi Cepat Tanggap ( ACT) Serang Raya dikabarkan tutup dan tidak beroperasi.

Penutupan itu diduga terjadi, karena imbas dari adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana donasi pada ACT pusat.

Diketahui, saat ini pihak kepolisian sudah menetapkan sejumlah petinggi ACT sebagai tersangka.

Baca juga: Penyelewengan Dana ACT Mengalir ke Koperasi Syariah 212? Polisi Sebut Jumlahnya Capai Rp 10 Miliar!

Pantauan Tribun Banten.com saat di lokasi, Selasa (26/7/2022).

Kantor ACT Serang Raya'> ACT Serang Raya yang beralamat di Jalan KH. Term. A. Khotib, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten tampak tutup.

Suasana di kantor terlihat sepi, tanpa adanya aktifitas seseorang di sana.

Gerbang kantor bercat putih juga tampak tertutup begitu rapat.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, kantor tersebut telah tutup sejak adanya kasus dugaan penyalahgunaan dana donasi di ACT pusat.

"Hampir tiga minggu tutup, sejak ada kasus itu," ujar seorang tukang bengkel yang tidak mau disebutkan namanya, saat di lokasi, Selasa (26/7/2022).

Pria itu menuturkan, bahwa aktifitas di kantor ACT Serang Raya'> ACT Serang Raya tampak tidak terlihat.

Sementara itu, TribunBanten.com juga mencoba menghubungi pihak terkait.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dan mantan Presiden ACT Ahyudin. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas dugaan penggelapan dan tindak pencucian uang.
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dan mantan Presiden ACT Ahyudin. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas dugaan penggelapan dan tindak pencucian uang. ((Kolase Tribunnews.com))

Head of Area ACT Banten, Ais Komarudin menyampaikan, bahwa dirinya tidak bisa menjawab persoalan itu.

Kemudian mengarahkan agar menghubungi pihak ACT pusat.

"Mangga ke pusat aja kang," tukasnya.

Baca juga: Bikin Geleng-geleng Kepala! Gaji 4 Tersangka Pimpinan ACT Rp 50-450 Juta, Polisi Ungkap Rinciannya

Diketahui sebelumnya, Kementrian Sosial RI telah resmi mencabut Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap ( ACT) Tahun 2022.

Pencabutan izin tersebut disinyalir karena adanya polemik yang menghantam ACT.

Di mana ACT diduga telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan Kementrian Sosial.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved