Breaking News:

Saat Mensos Risma Tantang Anak-anak Suku Baduy untuk Jadi Pemimpin: Tak Ada Alasan Menyerah!

Menteri Sosial Tri Rismaharini menantang anak-anak di Suku Baduy untuk menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
nurandi
Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Kabupaten Lebak berlangsung di Saba Budaya Baduy atau Suku Baduy tepatnya di Kampung Kadu Ketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini menantang anak-anak di Suku Baduy untuk menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Mensos Risma saat mengisi acara puncak peringatan Hari Anak Nasional 2022

Acara puncak peringatan Hari Anak Nasional digelar di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Acara disiarkan secara live streaming sehingga anak-anak dari Suku Baduy dapat mendengar secara langsung apa yang disampaikan Mensos Risma.

Baca juga: Batik Baduy Menarik Perhatian Inspektur Kemenkumham saat Mengunjungi Lapas Kelas III Rangkasbitung

Diketahui, peringatan Hari Anak Nasional 2022 Kabupaten Lebak berlangsung di Saba Budaya Baduy atau Suku Baduy tepatnya di Kampung Kadu Ketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Dalam perayaan puncak hari anak nasional Risma mengatakan harapannya kepada anak-anak kelak mereka akan menjadi anak yang berhasil di masa depan.

"Saya tunggu suatu saat nanti, kalian sudah berhasil menjadi pemimpin," kata Risma kepada seluruh anak yang menyaksikan saat live streaming, Senin (1/8/2022).

Dirinya juga menyampaikan motivasinya kepada seluruh anak-anak Baduy untuk tetap semangat dalam menggapai cita-cita.

"Tidak ada alasan bagi kalian untuk menyerah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama salah seorang anak Suku Baduy Armin berkesempatan berbicara dengan Menteri Sosial Risma dan memberikan ucapan terima kasih.

"Terima kasih Bu Menteri sudah memberikan bantuan untuk kami, selamat Hari Anak Nasional 2022" kata Armin.

Hadir pada acara Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan puncak perayaan hari anak nasional memang diselenggarakan di Baduy dengan konsep kepada anak-anak yang ada di pedalaman.

"Kenapa memilih suku Baduy, karena ada beberapa PR besar. Yang pertama walaupun mereka ada di pedalaman, mereka berkewajiban minimalnya kita bisa memberikan ilmu baca, tulis dan hitung," katanya saat berada di Baduy.

Baca juga: Bakesbangpol Lebak Siapkan Tim Khusus untuk Awasi Bantuan bagi Warga Kampung Mualaf Baduy

Dirinya menyebutkan selain itu yang kedua kepada anak-anak Suku Baduy yang hendak sekolah, pemerintah sudah menyiapkan sekolah yang dekat.

"Dan kalau mereka mau sekolah, kita sudah siapkan sekolahnya yang dekat, kepada mereka yang ada di Baduy luar. Yang tentunya tidak melanggar kaidah-kaidah kepada keadatan yang ada," ujarnya.

Baca juga: Kisah 7 Tahun Pelarian Pegawai Bulog Koruptor Raskin, Jadi ABK lalu Pindah ke Desa Dekat Suku Baduy

Kendati demikian, terkait dengan aturan adata Ade tetap menghormati apa yang menjadi pilihan dari masyarakat Suku Baduy.

"Jadi tetap kita hormati sesuai dengan keyakinan dan adat mereka, akan tetapi kita mendorong supaya mereka bisa baca, tulis dan hitung," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved