Breaking News:

KACAU PARAH! Dana Umat Rp 1,7 Triliun Masuk ke ACT, 50 Persennya Masuk ke Kantong Pribadi Pengurus

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan, dana senilai Rp 1,7 triliun mengalir ke yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Editor: Ahmad Haris
Act.id
logo ACT. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan, dana senilai Rp 1,7 triliun mengalir ke yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan lebih dari setengah dari nilai tersebut mengalir ke entitas pribadi. 

TRIBUNBANTEN.COM - Dana senilai Rp 1,7 triliun mengalir ke yayasan Aksi Cepat Tanggap ( ACT).

Parahnya, lebih dari setengah dari nilai tersebut mengalir ke entitas pribadi para pengurus ACT.

Hal itu diungkapkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Baca juga: Buntut Pimpinannya Jadi Tersangka, Kantor ACT Serang Raya Sudah Hampir 3 Minggu Tidak Beroperasi

Pada Kamis (4/8/2022), Ketua PPATK Ivan Yustiavanda di Jakarta menegaskan, pihaknya sudah membekukan 843 rekening, yang angkanya sudah mencapai Rp 11 miliar.

"Jadi PPATK melihat ada Rp 1,7 triliun uang yang mengalir ke ACT," kata Ivan, dikutip dari Antara.

"Dan kita melihat lebih dari 50 persennya itu mengalir ke entitas-entitas yang terafiliasi kepada pihak-pihak pribadi gitu ya, dan itu kan angkanya masih Rp 1 triliunan," lanjut Ivan.

Sisa sekitar Rp 1 triliun tersebut, menurut dia, dialirkan ke kegiatan-kegiatan usaha lain ACT.

Usaha tersebut menerima dan kemudian kembali lagi ke pengurus.

"Kelompok-kelompok kegiatan usaha di bawah entitas A ini dimiliki oleh dan terafiliasi dengan para pemilik di A nya tadi," kata Ivan.

"Kepentingan dana tersebut guna pembayaran kesehatan, pembelian villa, pembelian rumah, pembelian asset, dan segala macam yang memang tidak diperuntukkan untuk kepentingan sosial, kata Ivan.

Baca juga: Bikin Geleng-geleng Kepala! Gaji 4 Tersangka Pimpinan ACT Rp 50-450 Juta, Polisi Ungkap Rinciannya

Lebih lanjut dikatakannya pihaknya masih menduga ada 176 lembaga filantropi lainnya yang memiliki kegiatan serupa ACT.

Modusnya, penggunaan dana yang dihimpun publik tidak sesuai dengan peruntukan semestinya dan ada yang lari ke pengurus maupun entitas hukum yang dibentuk para pengurus.

PPATK melihat pengelolaan dana tersebut tidak terlalu dipergunakan untuk kepentingan-kepentingan yang sesungguhnya sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Kementerian Sosial.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PPATK: Dana Rp 1,7 Triliun Masuk ke ACT, 50 Persennya Mengalir ke Kantong Pribadi"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved