Breaking News:

90 Persen DKI Jakarta Dipresdiksi akan Tenggelam di Tahun 2050, Ini Alasannya

Pada tahun 2050, wilayah DKI Jakarta diprediksi akan tenggelam. Hal itu diutarakan Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Arief Nasrudin.

Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Pada tahun 2050, wilayah DKI Jakarta diprediksi akan tenggelam. 

Lebih lanjut Syahrul menyampaikan bahwa air olahan itu akan disalurkan bagi warga di Kelurahan Rawa Jati, Kelurahan Pancoran, Kelurahan Duren Tiga, Kelurahan Cikoko dan Pejaten Timur.

“Yang menarik adalah nanti airnya bisa langsung diminum. Jadi yang tinggal di kawasan Pancoran dan Pejaten Timur, InsyaAllah tahun 2023 mendatang masyarakat bisa langsung meminum air tersebut tanpa harus direbus lagi," ujar Syahrul.

Menurutnya, pelayanan PAM Jaya itu diberikan untuk menjawab pertanyaan masyarakat tentang kehadiran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yang fokus pada penyediaan air. Hal tersebut dikarenakan, nomenklatur dari perseroan itu awalnya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Syahrul menginformasikan, dulunya adalah perusahaan air minum, namun faktanya air tersebut tidak bisa langsung diminum. Jadi harus dimasak dengan cara direbus terlebih dahulu, baru bisa diminum.

"Air yang diolah ini nantinya bisa langsung diminum karena menggunakan instalasi pipa baru. Beda halnya dengan air yang selama ini dialiri memakai pipa yang lama, sehingga telah terkontaminasi bakteri E.Coli," ujar Syahrul.

Sebagai informasi, Syahrul mengatakan bahwa PAM Jaya telah berusia satu abad atau 100 tahun. Dengan usia yang cukup lama, jumlah pipa yang ada di bawah kaki masyarakat DKI Jakarta mencapai 12.000 kilometer panjangnya.

Baca juga: Pagar Tribun Stadion Mahakarya Anies Baswedan JIS Ambruk, DPRD DKI Jakarta Minta Dibentuk Pansus

"Jadi ya usia pipanya ada yang 100 tahun, ada juga yang baru sebulan," ujar Syahrul.

Syahrul menginformasikan, karena pipanya saling menyambung satu dengan yang lain, maka tidak mungkin air dapat langsung diminum, dengan alasan pipa yang sudah lama.

Hal tersebut akan rentan bagi kesehatan masyarakat yang menikmati air secara langsung dari pipa tersebut.

Syahrul juga memastikan, pihaknya selalu mengecek air yang layak langsung minum harus diolah dengan standar ketat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 tahun 2020 tentang Persyaratan Kualitas Air.

Hingga kini, PAM Jaya terus berupaya memaksimalkan kemampuan yang ada, guna memenuhi standar kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Standar tersebut berkaitan untuk menyuplai air langsung minum kepada masyarakat.

"Nanti, air yang telah kami olah ini bisa dinikmati oleh 150.000 warga atau kurang lebih sekitar 15.000 sambungan rumah," ujar Syahrul.

Lebih lanjut Syahrul menginformasikan, pihaknya berencana membangun SPAM Pesanggrahan, di mana sumber air diperoleh dari Ciputat, Tangerang Selatan.

Baca juga: Remaja SCBD Sebut Gubernur DKI Jakarta Adalah Ridwan Kamil, Anies: Nasib Kalah Tenar dan Ganteng!

Syahrul mengatakan, di sana PAM Jaya akan membuat intake guna memasok air secara langsung ke SPAM Pesanggrahan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved