Breaking News:

Kenaikan Harga Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Pemkab Manggarai Barat Apresisasi Pemprov NTT

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi NTT yang menunda kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo.

Editor: Ahmad Haris
Tangkap layar Instagram @widianaadhi & @kompas.travel
Taman Nasinal Komodo. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi NTT yang menunda kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) menunda kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pun mengapresiasi keputusan tersebut. 

Seperti yang sudah diberitakan oleh banyak media, tarif masuk Taman Nasional Komodo yang rencananya sebesar Rp 3,75 juta setahun itu berlaku mulai 1 Agustus lalu.

Baca juga: Riuh soal Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp 3,7 Juta, KLHK Bilang Begini

Namun hal itu ditunda seiring penolakan masyarakat.

"Kita berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Gubernur NTT yang menunda pemberlakuan kenaikan tarif ke TN Komodo," kata Kepala Dinas Pariwisata Pius Baut, mengutip Kompas.com, Senin (8/8/2022) sore.

Dirinya berharap, dengan penundaan tarif baru itu, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo kembali berjalan normal.

Wisatawan bisa menikmati berbagai keindahan di Labuan Bajo dengan aman, dan nyaman.

"Kepada semua wisatawan yang hendak berkunjung ke Labuan Bajo, silakan datang."

"Labuan Bajo aman untuk dikunjungi," imbuhnya.

Baca juga: Taman Nasional Komodo vs Proyek Jurassic Park, Bintang Emon Buat Pernyataan Kontroversial

Sebelumnya diberitakan, Pemprov NTT menunda pemberlakuan kenaikan tarif masuk Pulau Komodo sebesar Rp 3,75 juta.

Penundaan itu berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo serta Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Rencanananya kebijakan tersebut baru akan berlaku pada 1 Januari 2023.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenaikan Tiket TN Komodo Ditunda, Pemkab: Terima Kasih, Pak Presiden dan Pak Gubernur"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved