Breaking News:

Pasukan Putin Hancurkan Gudang Senjata Ukraina, 45 Ribu Ton Amunisi Kiriman dari NATO Hancur Lebur

Kementerian Pertahanan Rusia kembali melaporkan kemajuan militernya dalam pertempuran di Ukraina.

Editor: Ahmad Haris
Grafis Tribunnews
Kementerian Pertahanan Rusia kembali melaporkan kemajuan militernya dalam pertempuran di Ukraina. Militer Rusia telah mengancurkan gudang senjata di Ukraina selatan, Pada Minggu (7/8/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pasukan Putin kembali melaporkan kemajuan militernya dalam pertempuran di Ukraina.

Militer Rusia telah mengancurkan gudang senjata di Ukraina selatan, Pada Minggu (7/8/2022).

Sebanyak 45.000 ton amunisi yang baru saja dipasok negara NATO hangus seketika.

Baca juga: Pasukan Putin Hancurkan Dnipropetrovsk, Kota Paling Dekat dengan Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia

Gudang senjata yang dihancurkan tersebut berada di Voznesensk, masuk wilayah Nikolaev.

Hal itu diutarakan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

“Di daerah Voznesensk di wilayah Nikolaev, gudang senjata yang menyimpan 45.000 ton amunisi yang baru-baru ini dipasok ke Angkatan Bersenjata Ukraina oleh negara-negara NATO telah dihancurkan,” kata kementerian itu, Minggu (7/8).

Selain itu, pasukan Rusia juga mengklaim telah mengancurkan lima gudang amunisi di tempat lainnya.

Tak hanya menargetkan gudang, pasukan Rusia juga menyerang unit brigade mekanis ke-72 Ukraina di Donetsk.

Dalam serangan itu, sebanyak 130 tentara Ukraina tewas dan kendaraan lapis baja hancur.

Dikutip dari Russia Today (RT), pasukan Moskow menggunakan rudal berbasis udara presisi tinggi saat melakukan serangan.

Terlepas dari kemajuan itu, Rusia mengakui bahwa militernya mengalami kerugian besar akibat perang.

Sementara itu, angkatan bersenjata Ukraina telah melakukan upaya untuk mengatasi kekurangan personel di Donbas.

Kyiv mengirim warga ukraina yang dilatih dari pusat pelatihan untuk bertempur di garis depan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menggambarkan kondisi pertempuran di Donbas sebagai neraka.

Meski begitu, Zelensky tak terlalu khawatir karena masih memiliki persediaan senjata dari Barat.

Baca juga: Pasukan Putin Tembakkan Rudal Era Lama Seberat 5,5 Ton Hancurkan Ukraina, Sinyal Kehabisan Amunisi?

Ia mengimbau Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk lebih banyak memasok senjata, khususnya peluncur roket HIMARS.

Sementara itu, Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak mengirim senjata ke Kyiv.

Pasalnya, keputusan itu hanya akan memperpanjang konflik meningkatkan jumlah korban, dan akan mengakibatkan konsekuensi jangka panjang.

SUMBER : Tribunnews

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved