Breaking News:

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Tangsel Waspadai Buzzer: Manipulasi Opini Publik Melalui Sosmed

Bawaslu Kota Tangerang Selatan mewaspadai aktivitas Buzzer saat masa kampanye Pemilu 2024. Buzzer mempunyai kemampuan untuk memanipulasi opini publik

Editor: Glery Lazuardi
DW Indonesia via Kompas
Ilustrasi akun media sosial. Bawaslu Kota Tangerang Selatan mewaspadai aktivitas Buzzer saat masa kampanye Pemilu 2024. Buzzer mempunyai kemampuan untuk memanipulasi opini publik 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan mewaspadai aktivitas Buzzer saat masa kampanye Pemilu 2024.

Anggota Bawaslu Kota Tangerang Selatan, Slamet Sentosa, mengatakan buzzer mempunyai kemampuan untuk memanipulasi opini publik melalui sosial media.

Untuk itu, Bawaslu Kota Tangerang Selatan mewaspadai Buzzer agar tidak dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan politik.

Selain itu, masyarakat diminta hati-hati menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: NasDem Siapkan Furtasan Ali Yusuf Sebagai Kandidat Wali Kota Serang di Pilkada 2024

Bawaslu Kota Tangerang Selatan memberikan pemahaman pada masyarakat soal buzzer yang meresahkan.

"Kalau aturan tentang pelanggaran pemilu kan jelas, apa saja aturanya,” ujar Slamet Sentosa, koordinator hukum, data dan informasi Bawaslu Tangsel, Kamis (11/8/2022).

“Kalau bentuknya menjelek-jelekkan itu kan larangan di kampanye,” imbuhnya.

Baca juga: Baliho Puan Maharani Presiden 2024 Dirusak, Relawan: Tak Surutkan Tekad Kami

“Namun, kalau sekarang ya, saya menjawab konteks saat ini sebelum dimulainya kampanye, pelanggaran seperti hoax atau ujaran kebencian bisa dilaporkan ke polisi langsung," lanjut Slamet.

Menurut Slamet, ranah Bawaslu tak sampai ke masa-masa di luar tahapan Pemilu.

Meskipun ada Sentra Gakkumdu, namun momennya ada di masa pemilu nantinya.

"Kalau bawaslu, pertama yang ditangani adalah pelanggaran administrasi. Kalau yang pidana, itu ke Gakkumdu, namun itu nanti," katanya.

Saat pemilu, pembatasanpun jelas, mana yang ditangani oleh Bawaslu serta mana hal yang ranah kepolisian.

Baca juga: Partai Solidaritas Indonesia Daftar ke KPU, Giring Targetkan Raih Suara 10,6 Juta di Pemilu 2024

Jika ada kampanye hitam, hoax atau ujaran kebenciam terhadap individu, maka korban dapat langsung melaporkannya ke polisi.

"Kalau fokus kami utama di pelanggaran administrasi yang berkaitan dengan pemilihan umum. Kalau pidana itu ada kerja sama kepolisian, kejaksaan dan bawaslu. Itu saja," katanya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Bawaslu Kota Tangsel Waspadai Buzzer saat Pemilu 2024, Minta Masyarakat Berani Lapor ke Polisi

South Tangerang City Bawaslu Beware of Buzzers during the 2024 Election, Asks People to Dare to Report to the Police

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved