Breaking News:

Bukan AS, Ini Negara yang Jadi Target Putin Usai Gempur Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin membidik Kazakhstan sebagai targetnya serangan lanjutan usai bombardir Ukraina.

Editor: Abdul Rosid
Mikhail Metzel/SPUTNIK/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin membidik Kazakhstan sebagai target serangan selanjutnya usai bombardir Ukraina 

TRIBUNBANTEN.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin sudah membidik satu negara setelah membombardir Ukraina.

Negara tersebut bukanlah Amerika Serikat atau Jerman, Vladimir Putin membidik Kazakhstan sebagai targetnya.

Padahal, Kazakhstan selama ini dikenal sebagai negara sekutu Rusia.

Baca juga: Seolah Tantang AS, China Kirim Jet Tempur dan Pesawat Pengebom saat Latihan Bersama Militer Thailand

Apa alasan putin menjadikan Kazakhstan sebagai negara yang dijadikan target penyerangan selanjutnya?.

Pada awal bulan lalu, pakar Eurasia, Paul Globe melalui tulisannya di kelompok peneliti Yayasan James Town.

Globe menyoroti unggahan sekutu Putin yang juga mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev pada awal bulan lalu.

Ketika itu, Medvedev mengungkapkan di Telegram bahwa Kazakhstan utara secara historis merupakan bagian dari Rusia.

Namun, tak lama setelah muncul, unggahan tersebut dihapus. Medvedev sendiri mengungkapkan akunnya diretas.

Bahasa yang mencolok itu mengingatkan pada pembenaran yang digunakan Putin sebelum memerintahkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Baca juga: NGERI, 100 Ribu Tentara Korea Utara Siap Bantu Rusia Lawan Ukraina

“Hasilnya, ada peningkatan analis Kremlin yang melihat Kazakhstan akan menjadi target Presiden Rusia Vladimir Putin selanjutnya,” tulis Globe dikutip dari Express, Sabtu (13/8/2022).

“Moskow saat ini marah, dan Nur Sultan (ibu kota Kazakhstan) tak diragukan lagi kini merasa khawatir,” tambahnya.

Menurut Globe, saat ini sebenarnya perang kata-kata telah terjadi di antara kedua belah pihak.

“Penulis Rusia selalu berbicara tentang Kazakhstan menjadi Ukraina kedua, dan komentator Kazakhstan menentang bahwa kedua negara berada di tengah-tengah perpisahan yang buruk,” tuturnya.

Baca juga: Perang Makin Memanas, Ukraina Serang Balik Rusia, Hantam Gudang Amunisi Pasukan Putin

Kazakhstan sendiri dikenal sebagai sekutu Rusia dan keduanya tergabung dalam Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO).

Namun, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev secara mengejutkan menolak mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

Pernyataan itu dilontarkan Tokayev saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Juni lalu.

“Jika ada hal untuk menentukan nasib sendiri dipraktikkan di seluruh dunia, maka akan ada lebih dari 600 negara, bukan 193 negara yang kini menjadi anggota PBB,” katanya saat itu.


Artikel ini telah tayang di Kompas TV dengan Judul Mengejutkan, Target Putin Selanjutnya usai Ukraina Tak Terduga, Diyakini Negara Ini

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved