Breaking News:

Mesin Perahu Mati, Deni Mandiri Nelayan di Cilegon Terombang-ambing di Lautan Selama 48 Jam

Deni Mandiri (21) warga Medaksa Seberang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten, hilang kontak saat pergi melaut.

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Ahmad Haris
Dok. Basarnas Banten
Deni Mandiri (21) warga Medaksa Seberang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten sempat hilang kontak saat pergi melaut. Kini berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Deni Mandiri (21), warga Medaksa Seberang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon hilang kontak saat pergi melaut.

Kasubsi Operasi Basarnas Banten Heru Amir menjelaskan, pada hari Rabu (9/8/2022) sekitar pukul 05.30 WIB, Deni pergi melaut untuk mencari ikan ke tempurung.

Korban berangkat menuju ke arah KS Posco untuk mencari umpan terlebih dahulu.

Baca juga: Nelayan yang Sempat Hilang di Pulau Peucang Dievakuasi dari Pulau Handeleum Menuju Rumah Keluarga

"Pada saat itu lost contact dari semenjak pergi melaut hingga hari Kamis," ujar Heru, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap, Sabtu (13/8/2022).

Sebelumnya, kata Heru, korban sempat membuat janji dengan pamannya yang berada di sekitaran Pulau Tempurung dan Pulau Sangiang. 

"Paman korban berangkat dari tanggal 10 Agustus pukul 04.00 WIB dan langsung menuju ke tempat janjian, namun tidak bertemu," paparnya.

Ia juga mengatakan, Tim SAR gabungan langsung dikerahkan mulai pukul 11.00 sampai dengan pukul 16.30 WIB, namun hasilnya nihil.

"Pada hari Kamis 11 Agustus 2022, sekitar pukul 13.00 WIB Nelayan Paku Anyer, Ali, berhasil menemukan Deni di dekat Pulau Krakatau dengan keadaan dehidrasi dan tertidur di kapal " ungkapnya.

Selanjutnya, kata Heru, setalah ditanya kepada korban, ternyata mesin kapal mati saat di perjalanan.

"Pada saat mesin mati, korban melempar jangkar untuk bisa diam, akan tetapi jangkar terkena baling-baling kapal Ferry, untuk keselamatan lalu korban memotong tali jangkar karena berbahaya," jelasnya.

Baca juga: Nelayan Pandeglang yang Hilang di Pulau Peucang Ditemukan Dalam Kondisi Depresi

Karena arus laut kencang, Deni Mandiri terombang ambing dilautan kurang lebih 48 jam hingga terseret arus ke arah Anyer.

"Kemudian korban di termukan oleh pa Ali di sekitaran sangiang di sekitaran pukul 13.00 WIB tanggal 11 Agustus 2022, perahu korban secara perlahan hanyut mendekati perahu Pak Ali secara alami karena arus laut," ujarnya.

"Lalu Pak Ali menyelamatkan korban dan membawa korban ke Pelabuhan Paku, Anyer.
alhasil, korban berhasil diselamatkan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved