Breaking News:

TERBONGKAR, Ini Maksud Permintaan Deolipa Soal Fee Rp 15 Triliun, 'Dibagikan Ke Rakyat Indonesia'

Eks Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengutamakan maksud permintaan fee Rp 15 triliun kepada negara.

Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Eks Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengutamakan maksud permintaan fee Rp 15 triliun kepada negara. 

TRIBUNBANTEN.COM - Eks Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengutamakan maksud permintaan fee Rp 15 triliun kepada negara.

Deolipa Yumara menjelaskan, tuntutan permintaan fee Rp 15 triliun sebagai bayaran atas kerjanya saat menjadi pengacara Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Menurutnya, permintaan fee tersebut sangatlah wajar lantaran dirinya saat mendampingi Bharada E ditunjukkan oleh Bareskrim.

Baca juga: Deolipa Yumara Bongkar Upaya Ferdy Sambo & Istri Bungkam Bharada E, Uang Rp 2 Miliar Siap Dibagikan

Bukan, lanjut Deolipa Yumara, ditunjuk keluarga Bharada E.

"Ini kan penunjukan dari negara dari Bareskrim, tentunya saya minta fee saya dong. Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara saya minta Rp 15 triliun. Supaya saya bisa foya-foya," kata Deolipa, dikutip dari Kompas TV, Sabtu (13/8/2022).

Apabila negara memenuhi permintaan fee yang diajukan oleh dirinya, Deolipa menyebutkan, uang tersebut akan ia bagikan kepada banyak pihak.

Terutama, kata Deolipa, keluarga Brigadir J yang dalam hal ini sebagai korban.

“Saya minta ke Pak Jokowi, siapa tahu DPR banyak duit. Saya jeda dikit saya ini aktivis 98. Yang ikut dari masa Soeharto. Dibeginikan oleh negara saya minta ajah fee. Satu hari Rp 3 triliun cukup buat foya-foya,” kata Deolipa.

Baca juga: Beri Perlindungan Ke Bharada E, LPSK: Kasus Ini Ibarat Kotak Pandora

Ia pun menjelaskan uang tersebut akan dibagikan ke beberapa pihak.

“Saya mau foya-foya kan 5 hari Rp 3 triliun saya kasih ke petani-petani di Indonesia Rp 3 triliun saya bagi ke wartawan, Rp 3 tirliun ke semua orang susah, Rp 3 triliun SDM Polri jadi bagus, Rp 3 triliun saya mau kasih ke keluarga korban. Saya Cuma ambil nol rupiah, satu rupiah kan gak ada,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar surat yang menyebutkan Bharada E alias mencabut kuasanya.

Namun Deolipa juga meragukan surat kuasa tersebut, karena tak terdapat kode seperti tanggal dan jam yang ia bicarakan dengan Bharada sebelumnya.


Artikel ini sebelumnya telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ternyata Ini Maksud Rp 15 Triliun yang Diminta Deolipa ke Jokowi

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved