Breaking News:

Insentif PPN Rumah Ditanggung Pemerintah 50 Persen Berakhir September 2022, Baru Terealisasi 6,1 %

Namun, insentif PPnBM mobil baru tercatat Rp 385 miliar atau sekitar 23 persen.

Dokumentasi Tribun Jateng
ilustrasi properti. Insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil ditanggung pemerintah (DTP) dan pajak pertambahan nilai (PPN) rumah DTP berakhir September 2022. 

TRIBUNBANTEN.COM - Insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil ditanggung pemerintah (DTP) dan pajak pertambahan nilai (PPN) rumah DTP berakhir September 2022.

Namun, insentif PPnBM mobil baru tercatat Rp 385 miliar atau sekitar 23 persen.

Padahal, pagu yang disiapkan mencapai Rp 1,66 triliun.

Baca juga: Pesan Keras untuk Pengemplang Pajak, Kepala DJP Banten Meninjau Sel Khusus di Lapas Tangerang

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan yang memanfaatkan insentif tidak seperti ekspektasi di awal.

Adapun PPN DTP rumah baru tersalurkan Rp 104 miliar atau 6,1 persen dari pagu.

"Kami akan evaluasi sampai September 2022," ujarnya, belum lama ini.

Pemerintah telah memberikan insentif PPnBM yang dikukuhkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no. 5/PMK.010/2022.

Insentif ini diberikan pada dua kelompok.

Pertama, golongan kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau atau low cost green car (LCGC) dengan harga maksimum Rp 200 juta dan kapasitas maksimal 1.500 cc.

Kedua, insentif bagi kendaraan dengan kapasitas mesin hingga 1.500 cc dengan harga Rp 200 juta hingga Rp 250 juta, diberikan diskon PPnBM sebesar 50 persen dari harga pada kuartal I-2022.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved