Breaking News:

Salman Rushdie, Penghina Nabi dan Penulis Novel 'Ayat-ayat Setan' Ditikam di AS, Organ Vital Rusak

Salman Rushdie, penghina nabi dan penulis novel 'Ayat-ayat Setan' atau The Satanic Verses ditikam di Amerika Serikat.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com
Salman Rushdie. Penghina nabi dan penulis novel 'Ayat-ayat Setan' atau The Satanic Verses ditikam di Amerika Serikat. Insiden itu terjadi di acara Chautauqua Institute, New York, Amerika Serikat pada Jumat (12/8/2022). 

LeVan mengaku syok dengan insiden itu karena, menurutnya Chautauqua adalah tempat yang aman untuk kebebasan berkreasi.

"Mengetahui bahwa ini terjadi di sini, dan melihatnya--itu mengerikan," katanya.

"Apa yang saya lihat hari ini adalah inti dari intoleransi."

Saksi lain bernama John Stein mengatakan kepada ABC, penyerang menusuk di sisi kanan kepala lalu leher, dan darah keluar setelah Salman Rushdie ditikam.

Wylie Agency, agen yang mewakili Rushdie, belum mengeluarkan keterangan resmi tentang insiden ini.

Baca juga: Departemen Pertahanan Amerika Serikat Akui Kirim Rudal Anti-Radar ke Ukraina untuk Targetkan Rusia

PEN Amerika, kelompok advokasi kebebasan berekspresi di mana Salman Rushdie pernah menjadi presidennya, mengaku “terguncang karena terkejut dan ngeri” atas berita penikaman.

" Salman Rushdie telah menjadi target akibat kata-katanya selama puluhan tahun tapi ia tidak pernah goyah ataupun gentar,” kata Suzanne Nossel, chief executive PEN, dalam sebuah pernyataan.

Profil Salman Rushdie

Salman Rushdi adalah penulis yang pernah dikecam oleh dunia muslim dan dilarang di banyak negara dengan mayoritas penduduk muslim karena dianggap menghina Nabi Muhammad.

Buku Ayat-ayat Setan dilarang di Iran sejak 1988 dan pada tahun 1989 mantan pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa memerintahkan Rushdie dibunuh.

Iran juga sempat menawarkan imbalan senilai 3 juta dolar AS bagi mereka yang membunuh Salman Rushdie

Setelah fatwa Ayatollah Ruhollah Khomeini terbit, Rusdhie mengasingkan diri selama bertahun-tahun di bawah program perlindungan yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris.

Salman Rushdie, yang kini berusia 75 tahun, adalah penulis yang lahir di keluarga muslim India.

Dia telah menjadi warga negara AS pada tahun 2016 dan tinggal di kota New York.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved